Serangan Udara Israel Kembali Menyasar Komandan Hamas di Gaza, Gencatan Senjata Terancam

Israel melancarkan serangan udara yang menargetkan komandan Hamas di Beit Lahiya, Gaza utara, meski gencatan senjata baru disepakati. Serangan ini terjadi setelah Netanyahu menolak peta jalan perdamaian dan menegaskan pasukan Israel tidak akan mundur sebelum Hamas dilucuti. Hamas memperingatkan akan merespons jika Israel melanggar gencatan.

Aug 17, 2026 - 02:36
Aug 17, 2026 - 02:36
 0
Serangan Udara Israel Kembali Menyasar Komandan Hamas di Gaza, Gencatan Senjata Terancam
Serangan Udara Israel Kembali Menyasar Komandan Hamas di Gaza, Gencatan Senjata Terancam

Jakarta, CNN Indonesia -- Israel kembali melancarkan serangan udara di Jalur Gaza, kali ini menargetkan seorang komandan Hamas yang dituduh merencanakan serangan terhadap pasukan Israel. Serangan terjadi pada Rabu (12/8) di Beit Lahiya, Gaza utara, dan menjadi yang pertama dalam sepekan terakhir setelah adanya kesepakatan gencatan senjata.

Petugas medis Palestina dan saksi mata melaporkan bahwa komandan Hamas tersebut sedang berada di atas becak ketika serangan udara menghantam. Militer Israel mengonfirmasi bahwa komandan itu menjadi sasaran dan mengalami luka-luka. Mereka menyebut operasi ini sebagai langkah untuk menghilangkan ancaman terhadap pasukan Zionis.

Serangan ini terjadi di tengah ketegangan yang masih tinggi, meskipun ada kesepakatan pelucutan senjata Hamas dan gencatan senjata yang berlaku sejak November tahun lalu. Militer Israel menegaskan bahwa pasukannya akan tetap berada di Gaza dan melanjutkan operasi yang dianggap mengancam personel mereka.

Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak 15 poin yang diajukan oleh Dewan Perdamaian. Netanyahu menegaskan bahwa Israel tidak akan menarik diri dari Gaza sebelum Hamas benar-benar dilucuti. Peta jalan perdamaian itu muncul setelah BoP merilis kesepakatan baru mengenai pelucutan senjata Hamas, yang akan diawasi oleh Komite Nasional Administrasi Gaza (NCAG) yang berisi teknokrat, bukan pihak Israel atau Palestina.

Menurut kesepakatan tersebut, setelah pelucutan senjata selesai, Israel harus menarik seluruh pasukannya dari Gaza. Namun, Hamas menegaskan tidak akan mematuhi perjanjian jika Israel melanggar gencatan senjata. Belum genap sepekan kesepakatan baru diterapkan, pasukan Israel kembali menggempur Gaza, memicu kekhawatiran akan runtuhnya gencatan senjata.

Serangan ini menunjukkan bahwa situasi di Gaza masih sangat rapuh dan rawan konflik. Masyarakat internasional pun terus memantau perkembangan, mengingat dampak kemanusiaan yang semakin parah akibat serangan yang berulang. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Hamas mengenai langkah balasan atas serangan tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0