Rupiah Pagi Ini Naik 55 Poin ke Rp17.689, Analis Sebut Demo Mahasiswa Berakhir Jadi Pendorong
Nilai tukar rupiah dibuka menguat 55 poin atau 0,31 persen ke level Rp17.689 per dolar AS pada Jumat (28/8) pagi. Penguatan sejalan dengan sejumlah mata uang Asia. Analis DOO Financial Futures Lukman Leong menilai berakhirnya demo mahasiswa menjadi salah satu pendorong, meski penguatan diperkirakan terbatas karena investor menantikan pidato Warsh di Jackson Hole.
Nilai tukar rupiah tampil perkasa pada pembukaan perdagangan Jumat (28/8) pagi. Mata uang Garuda berada di level Rp17.689 per dolar AS, menguat 55 poin atau 0,31 persen dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya.
Penguatan rupiah senada dengan pergerakan sejumlah mata uang kawasan Asia yang juga terapresiasi terhadap dolar AS. Ringgit Malaysia naik 0,13 persen, dolar Singapura menguat 0,05 persen, dan won Korea Selatan bertambah 0,30 persen.
Meski demikian, tidak semua mata uang Asia bernasib sama. Yuan China turun 0,02 persen, yen Jepang terkoreksi 0,04 persen, peso Filipina melemah 0,50 persen, dan dolar Hong Kong turun 0,02 persen.
Di pasar mata uang negara maju, dolar Australia menguat 0,06 persen dan dolar Kanada naik 0,01 persen. Sebaliknya, euro Eropa melemah 0,04 persen, poundsterling Inggris turun 0,01 persen, dan franc Swiss terkoreksi 0,05 persen.
Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong menilai rupiah berpotensi terus menguat terhadap dolar AS seiring berakhirnya demonstrasi mahasiswa yang berlangsung pada Kamis (27/8).
"Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS menyusul berakhirnya demo mahasiswa kemarin. Namun penguatan diperkirakan terbatas, dengan investor cenderung wait and see menantikan pidato Warsh di Jackson Hole," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.
Untuk perdagangan hari ini, Lukman memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.700 hingga Rp17.800 per dolar AS.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0