Raja Tertua di Eropa Tutup Usia, Harald V Wafat Setelah Dirawat Nyaris Dua Pekan
Raja Norwegia Harald V meninggal dunia pada Jumat (28/8) di Oslo University Hospital pada usia 89 tahun setelah dirawat nyaris dua pekan. Kerajaan Norwegia mengonfirmasi kabar duka tersebut. Harald tercatat sebagai raja tertua di Eropa dan menjadi pangeran pertama yang lahir di Norwegia dalam 567 tahun.
Kabar duka datang dari Norwegia. Raja Harald V meninggal dunia pada Jumat (28/8) di Oslo University Hospital setelah menjalani perawatan intensif selama hampir dua pekan. Istana Kerajaan Norwegia mengonfirmasi bahwa sang raja menghembuskan napas terakhir pada pukul 06.35 pagi waktu setempat di usia 89 tahun.
"Dengan penuh rasa duka cita mengumumkan bahwa Yang Mulia Raja Harald telah meninggal dunia hari ini. Raja Harald menghembuskan napas terakhir secara damai di Oslo University Hospital pada Jumat, 28 Agustus, pada 06.35 pagi," demikian pernyataan resmi istana kerajaan.
Kepergian Harald terjadi sehari setelah Istana Kerajaan Norwegia mengumumkan bahwa kondisi sang raja kritis. Ia sebelumnya menjalani perawatan rumah sakit selama 10 hari terakhir hingga Kamis (27/8). Penyakit yang dideritanya termasuk kurang darah akut atau anemia hemolitik.
Harald lahir pada 21 Februari 1927 di Skaugum, Asker, dari pasangan Putra Mahkota Olav dan Putri Mahkota Martha. Ia merupakan pangeran pertama yang lahir di Norwegia dalam 567 tahun, sehingga kelahirannya menjamin garis suksesi takhta negeri Viking tersebut. Sepanjang hidupnya, Harald tercatat sebagai raja tertua di Eropa.
Masa kecil Harald dihabiskan di lingkungan Skaugum bersama dua saudara perempuannya, Putri Ragnhild dan Putri Astrid. Namun kedamaian itu berakhir ketika pasukan Jerman menginvasi Norwegia pada 9 April 1940. Keluarga Kerajaan, pemerintah, dan sebagian besar anggota parlemen melarikan diri dari Oslo menggunakan kereta api. Martha membawa anak-anaknya ke Swedia, lalu pada 12 Agustus menuju Amerika Serikat atas undangan Presiden Franklin D. Roosevelt. Setelah Jerman menyerah pada 8 Mei 1945, Harald kembali ke Norwegia bersama Raja Haakon VII, ibunya, dan saudara-saudaranya.
Pendidikan Harald dimulai di Sekolah Sestad di Oslo, sebuah sekolah umum di Norwegia. Ia menamatkan pendidikan menengah atas di Sekolah Katedral Oslo pada 1955, lalu melanjutkan ke Sekolah Pelatihan Perwira Kavaleri Norwegia dan Akademi Militer pada 1959. Setelah itu, ia menempuh studi di Balliol College, Oxford, dari 1960 hingga 1962 dengan fokus ilmu sosial, sejarah, dan ekonomi.
Pada 29 Agustus 1968, Harald menikah dengan Sonja Haraldsen dari Vinderan, Oslo. Dari pernikahan itu, mereka dikaruniai dua anak, yaitu Martha Louise yang lahir pada 22 September 1971 dan Putra Mahkota Haakon pada 20 Juli 1973.
Jalan Harald menuju takhta terbuka setelah kakeknya, Raja Haakon VII, meninggal pada 21 September 1957 dan ayahnya naik menjadi raja. Harald otomatis menyandang gelar putra mahkota. Ia pertama kali menghadiri Dewan Negara dan setahun kemudian bertindak sebagai Bupati saat raja absen. Ketika Raja Olav sakit pada 1990, fungsi kepala negara digantikan putra mahkota. Setelah Olav meninggal pada 17 Januari 1991, Harald naik takhta dan dinobatkan empat hari kemudian. Seperti ayah dan kakeknya, ia mengadopsi semboyan "Alt for Norge" yang berarti kami memberikan segalanya untuk Norwegia.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0