Raja Harald V Norwegia Dirawat 10 Hari dalam Kondisi Sangat Serius, Ratu hingga PM Batalkan Agenda
Raja Norwegia Harald V masih dirawat di Oslo University Hospital sejak 17 Agustus dalam kondisi sangat serius akibat anemia hemolitik. Ratu Sonja dan Putra Mahkota Haakon membatalkan seluruh agenda kerajaan, sementara PM Jonas Gahr Store batal berkunjung ke Jerman untuk bertemu Kanselir Friedrich Merz.
Kabar kurang baik datang dari keluarga kerajaan Norwegia. Raja Harald V dilaporkan tengah menjalani perawatan intensif di Oslo University Hospital dan telah berada di rumah sakit selama 10 hari, terhitung sejak 17 Agustus. Istana Kerajaan Norwegia menyebut kondisi raja berada dalam keadaan yang sangat serius.
Pernyataan resmi istana menyebutkan bahwa Harald mengalami gangguan kurang darah akut atau anemia hemolitik. "Kondisi kesehatan yang mulia sangat serius," demikian bunyi pernyataan istana yang dikutip AFP. Meski begitu, pihak istana tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai perkembangan kesehatan raja.
Anemia hemolitik sendiri merupakan kondisi ketika sel darah merah hancur atau pecah lebih cepat daripada kemampuan sumsum tulang untuk memproduksinya kembali. Normalnya sel darah merah dapat bertahan sekitar 120 hari, namun pada kondisi ini sel darah merah rusak lebih cepat sehingga tubuh kekurangan sel darah merah sehat yang berfungsi membawa oksigen.
Gejala umum yang menyertai kondisi tersebut antara lain rasa lelah ekstrem, kulit, kuku, atau bagian putih mata tampak pucat atau menguning, detak jantung cepat atau tidak teratur, urine berwarna gelap, serta nyeri pada perut bagian atas akibat pembesaran limpa atau empedu.
Dampak dari kondisi raja pun langsung terasa pada agenda kerajaan. Ratu Sonja dan Putra Mahkota Haakon dikabarkan membatalkan seluruh kegiatan kerajaan dan saat ini berada di sisi Raja Harald. Selama raja menjalani perawatan, Haakon diketahui bertindak sebagai wali raja.
Tak hanya keluarga kerajaan, Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store juga membatalkan perjalanannya ke Jerman pada Kamis. Padahal, ia sebelumnya dijadwalkan bertemu dengan mitranya, Kanselir Jerman Friedrich Merz.
Kantor PM melalui email kepada AFP menyatakan bahwa pembatalan dilakukan mengingat kondisi kesehatan raja yang serius. "Mengingat kondisi kesehatan raja yang serius, perdana menteri membatalkan kehadirannya malam ini dalam pertemuan strategis para pemimpin parlemen dari partai-partai yang tergabung dalam pemerintahan di Jerman, serta jamuan makan malam kerja bersama Kanselir Jerman Friedrich Merz," demikian isi pernyataan tersebut.
Harald diketahui dirawat setelah mengalami penumpukan cairan yang berkaitan dengan pengobatan kortison. Selain itu, ia memiliki riwayat serangkaian masalah kesehatan dalam beberapa tahun terakhir, termasuk pemasangan alat pacu jantung. Meski telah mengurangi tugas-tugas resminya, Harald berulang kali menolak untuk turun takhta.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0