Politikus Sayap Kanan Israel Hancurkan Monumen Palestina di Desa Madama dengan Palu Godam
Anggota parlemen sayap kanan Israel, Zvi Sukkot, merusak monumen di Desa Madama, Palestina, menggunakan palu godam pada Selasa (25/8). Monumen yang dibangun pada 2008 itu menjadi peringatan bagi Yaman Faraj dan Shadi Nasser, dua tokoh yang disebut terkait serangan terhadap warga Israel. Aksi perusakan tersebut terekam dalam video yang beredar.
Aksi perusakan monumen di Desa Madama, Palestina, kembali mencuat setelah sebuah video memperlihatkan seorang anggota parlemen sayap kanan Israel, Zvi Sukkot, menghancurkan bangunan peringatan tersebut dengan palu godam. Peristiwa itu terjadi pada Selasa (25/8) dan langsung menarik perhatian publik internasional.
Monumen yang menjadi sasaran bukanlah bangunan biasa. Struktur itu didirikan pada 2008 sebagai bentuk peringatan bagi Yaman Faraj dan Shadi Nasser, dua nama yang disebut memiliki keterkaitan dengan serangan terhadap warga Israel. Keberadaan monumen tersebut selama bertahun-tahun menjadikannya simbol yang sarat makna bagi sebagian pihak.
Dalam rekaman yang beredar, Sukkot terlihat secara sengaja merusak bagian demi bagian monumen menggunakan palu godam. Aksi itu dilakukan tanpa hambatan berarti, menandai eskalasi baru dalam ketegangan yang sudah lama membayangi hubungan Israel dan Palestina.
Zvi Sukkot sendiri dikenal sebagai politikus sayap kanan yang kerap menyuarakan sikap keras terhadap Palestina. Tindakannya menghancurkan monumen di Desa Madama menambah daftar panjang insiden yang memicu reaksi dari berbagai kalangan, baik di tingkat lokal maupun internasional.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai respons pihak berwenang Palestina maupun Israel terkait peristiwa tersebut. Namun, aksi perusakan itu dipastikan akan memperpanjang polemik mengenai status dan keberadaan monumen di wilayah yang menjadi sengketa.
Peristiwa ini juga menyoroti kembali persoalan simbol-simbol peringatan di wilayah konflik, yang sering kali menjadi sasaran tindakan provokatif. Monumen Yaman Faraj dan Shadi Nasser kini menjadi bukti terbaru betapa rapuhnya benda-benda bersejarah di tengah ketegangan politik yang tak kunjung mereda.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0