Piala Soeratin Sumbar 2026 Usai, Tiga Juara Siap Wakili Daerah dan Tantangan Stadion Rp450 Miliar

Piala Soeratin 2026 Zona PSSI Sumatera Barat resmi berakhir di Stadion Utama Sumbar. PSTS Tabing U-13, Kinantan FC U-15, dan Josal FC U-17 menjadi wakil Sumbar ke tingkat nasional. Plt Ketua PSSI Sumbar Indra Dt Rajo Lelo menekankan pentingnya fair play dan persatuan membawa nama daerah, sekaligus menyoroti kebutuhan anggaran sekitar Rp450 miliar untuk optimalisasi Stadion Utama Sumbar.

Oct 2, 2026 - 16:02
Oct 2, 2026 - 16:02
 0
Piala Soeratin Sumbar 2026 Usai, Tiga Juara Siap Wakili Daerah dan Tantangan Stadion Rp450 Miliar
Piala Soeratin Sumbar 2026 Usai, Tiga Juara Siap Wakili Daerah dan Tantangan Stadion Rp450 Miliar

Kompetisi sepak bola usia muda Piala Soeratin 2026 Zona PSSI Sumatera Barat resmi ditutup pada Kamis (10/9/2026) di Stadion Utama Sumbar. Rangkaian pertandingan yang menjadi ajang pembinaan pesepak bola muda tersebut berjalan lancar dengan menjunjung sportivitas hingga laga final.

Dari tiga kelompok umur yang dipertandingkan, yakni U-13, U-15, dan U-17, muncul tiga tim yang berhak mewakili Sumatera Barat ke tingkat nasional. PSTS Tabing tampil sebagai juara U-13, Kinantan FC menjuarai U-15, dan Josal FC keluar sebagai juara U-17.

Pelaksana Tugas Ketua PSSI Sumbar, Indra Dt Rajo Lelo, mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan turnamen. Menurutnya, kelancaran kompetisi merupakan hasil kerja panitia, perangkat pertandingan, klub, pemain, serta semua pihak yang menjaga jalannya pertandingan sejak awal hingga partai puncak.

"Alhamdulillah hari ini seluruh rangkaian pertandingan selesai dan tidak terjadi permasalahan yang tidak kita inginkan. Sejak awal kita menekankan kepada seluruh tim dan panitia untuk bermain serta bertugas dengan fair play," ujar Indra seusai laga penutup.

Indra menilai penerapan fair play sangat penting dalam pembinaan sepak bola usia muda. Kompetisi kelompok umur tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, mental bertanding, dan sikap sportif para pemain. Pengalaman selama kompetisi diharapkan menjadi modal menghadapi persaingan di level lebih tinggi.

Setelah kompetisi daerah berakhir, PSTS Tabing U-13, Kinantan FC U-15, dan Josal FC U-17 tidak lagi membawa kepentingan klub masing-masing. Ketiganya mengemban misi yang sama, yakni membawa nama Sumatera Barat dan berupaya mengulang prestasi tim usia muda Sumbar di tingkat nasional.

Indra menyebut sejumlah klub seperti PSP, Persikopa, dan Josal FC pernah mencatatkan prestasi membanggakan di level nasional. Capaian itu diharapkan menjadi motivasi bagi para juara Piala Soeratin Sumbar 2026. "Setelah kompetisi lokal usai, seluruh tim membawa nama tunggal, yaitu Sumatera Barat. Tak ada lagi rivalitas, kini fokus bawa nama Sumatera Barat pada KU-13, 15 dan 17 berprestasi lagi di tingkat nasional," tegasnya.

Ia meminta seluruh elemen sepak bola Sumbar memberikan dukungan kepada ketiga wakil tersebut agar mampu tampil maksimal di persaingan nasional. Prestasi mereka nantinya tidak hanya menjadi kebanggaan klub, tetapi juga representasi hasil pembinaan sepak bola Sumatera Barat. "Selamat kepada seluruh tim yang akan mewakili Sumatera Barat di tingkat nasional. Saat ini tidak ada lagi perbedaan, kita semua bersatu mengusung nama Sumatera Barat. Semoga di tingkat nasional nanti kita bisa kembali membawa pulang piala juara," tutupnya.

Di sisi lain, penyelenggaraan Piala Soeratin 2026 juga menyoroti keberadaan Stadion Utama Sumbar sebagai fasilitas olahraga berskala besar. Stadion tersebut menjadi lokasi sejumlah pertandingan dan dinilai memiliki potensi besar mendukung aktivitas olahraga serta pembinaan sepak bola di Sumatera Barat. Namun, optimalisasi stadion masih membutuhkan pembenahan dan penyelesaian pembangunan secara menyeluruh.

Indra mengungkapkan, kebutuhan anggaran untuk melanjutkan pembangunan Stadion Utama Sumbar diperkirakan mencapai sekitar Rp450 miliar. "Walaupun kondisi keuangan daerah saat ini sedang mengalami defisit, pihak DPRD mendorong Pemprov Sumbar dan Gubernur untuk terus mengupayakan alokasi anggaran secara bertahap agar stadion dapat difungsikan secara optimal dengan dana sekitar Rp450 miliar," katanya. Menurutnya, infrastruktur olahraga yang representatif menjadi bagian penting dalam mendukung pembinaan atlet, termasuk sepak bola usia muda.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0