Pertalite di Balikpapan Kini Punya Jadwal Khusus, Pertamina Siapkan 5 SPBU Tambahan
PT Pertamina Patra Niaga merespons pengaturan waktu pembelian Pertalite di Balikpapan yang mulai berlaku 1 September 2026. Sejumlah SPBU menerapkan jadwal khusus roda dua dan roda empat, sementara lima titik penyaluran tambahan disiapkan untuk memperluas akses Pertalite bagi kendaraan roda dua.
PT Pertamina Patra Niaga angkat bicara mengenai kebijakan pengaturan waktu pembelian bahan bakar minyak bersubsidi di Balikpapan, Kalimantan Timur, yang akan mulai diberlakukan pada 1 September 2026. Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menyatakan bahwa aturan tersebut lahir dari proses koordinasi antara pemerintah daerah dan perusahaan.
Menurut Edi, pengaturan ini merupakan bagian dari upaya bersama agar penyaluran BBM bersubsidi semakin tertib dan tepat sasaran. Ia pun berharap masyarakat mendukung kebijakan itu dengan mengikuti jadwal pelayanan serta arahan petugas di lapangan.
Dalam pelaksanaannya, Pertamina menyesuaikan waktu pelayanan Pertalite di sejumlah SPBU, yakni M.T. Haryono, Sepinggan, dan Gunung Guntur. Di SPBU M.T. Haryono dan Sepinggan, kendaraan roda dua dilayani pukul 06.00-22.00 WITA, sedangkan kendaraan roda empat mendapat layanan pada pukul 22.00-06.00 WITA. Adapun SPBU Gunung Guntur melayani kendaraan roda empat pada pukul 08.00-22.00 WITA. SPBU lain yang tidak termasuk dalam pengaturan khusus tetap beroperasi seperti biasa.
Pertamina menjelaskan bahwa pengaturan waktu pelayanan tersebut bertujuan mengurangi kepadatan kendaraan pada jam operasional warung, toko, dan pelaku UMKM di sekitar SPBU. Untuk layanan Biosolar, SPBU Kilometer 13 dan Kilometer 15 beroperasi selama 24 jam dengan pengaturan berdasarkan jenis kendaraan, nomor polisi ganjil-genap, serta periode pengisian ulang selama 48 jam. Sementara itu, Bus Bacitra dan Bus Antarmoda Balikpapan-IKN dilayani di SPBU Kariangau pada pukul 22.00-24.00 WITA.
Pertamina memastikan akan terus memperkuat pelayanan sekaligus memperluas titik penyaluran BBM bersubsidi, khususnya Pertalite. Edi menegaskan komitmen perusahaan untuk memastikan pelayanan BBM bersubsidi tetap berjalan lancar dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Melalui penguatan pelayanan dan perluasan titik penyaluran, ia berharap kepadatan kendaraan dapat terbagi sehingga pelayanan di SPBU semakin tertib dan nyaman.
Sebagai langkah memperluas akses Pertalite, Pertamina menyiapkan lima titik penyaluran tambahan yang diprioritaskan bagi kendaraan roda dua. Kelima SPBU tersebut adalah SPBU 64.761.24 Teritip, SPBU 64.761.18 Batakan, SPBU 63.761.01 Grand City, SPBU 64.761.09 Gunung Bahagia, dan SPBU 64.761.05 Kebun Sayur. Penambahan titik ini diharapkan dapat mendekatkan akses Pertalite kepada masyarakat sekaligus membagi kepadatan antrean agar tidak terpusat di SPBU tertentu.
Selain itu, Pertamina memperkuat kesiapan operasional melalui penguatan stok, pengaturan pengiriman, penyiagaan mobil tangki cadangan, evaluasi pelayanan SPBU, hingga optimalisasi petugas pengatur antrean. Koordinasi dengan Pemerintah Kota Balikpapan, BPH Migas, aparat penegak hukum, dan pengelola SPBU juga terus dilakukan.
Pertamina mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan serta mengikuti jadwal dan arahan petugas di lapangan. Masyarakat dapat memperoleh informasi lebih lanjut melalui Pertamina Customer Solutions 135 yang beroperasi selama 24 jam.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0