Penerbangan BIM Batal Akibat Erupsi Anak Krakatau, Penumpang Bus AKAP di Terminal Bareh Solok Melonjak
Pembatalan puluhan penerbangan di Bandara Internasional Minangkabau akibat erupsi Gunung Anak Krakatau membuat penumpang beralih ke bus AKAP. Di Terminal Bareh Solok, agen bus mencatat lonjakan penumpang hingga dua kali lipat, terutama tujuan Jakarta dan Jabodetabek, meski harga tiket masih normal.
Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak besar pada aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Sejak dampak erupsi mulai terasa pada Minggu (6/9/2026), puluhan penerbangan dari dan menuju bandara tersebut dibatalkan. Kondisi ini memaksa sejumlah calon penumpang mencari moda transportasi alternatif, terutama jalur darat.
Di Terminal Bareh Solok, dampak pembatalan penerbangan itu langsung terasa. Sejumlah agen bus antarkota antarprovinsi (AKAP) melaporkan adanya peningkatan jumlah penumpang, khususnya untuk tujuan Jakarta dan wilayah Jabodetabek. Lonjakan ini terjadi karena banyak penumpang yang batal terbang memilih naik bus agar tetap bisa mencapai tujuan.
Agen PO MPM, Suci, mengungkapkan bahwa jumlah penumpang yang diberangkatkan meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan kondisi normal. Jika biasanya hanya dua bus yang berangkat, kini menjadi empat bus dalam sehari. Setiap bus memiliki kapasitas sekitar 33 penumpang, sehingga lebih dari 120 orang diberangkatkan setiap harinya. Bahkan, menurut Suci, ada calon penumpang yang belum bisa berangkat karena kuota bus hari itu sudah penuh.
"Yang banyak itu tujuan Jabodetabek. Ada yang batal berangkat karena penerbangan batal dan memilih naik bus. Apalagi penumpang yang harus segera sampai seperti yang akan bekerja dan ada keperluan penting lainnya," ujar Suci kepada infosumbar.net pada Senin (7/9/2026). Ia menambahkan, jalur darat masih menjadi pilihan karena akses perjalanan memungkinkan, termasuk melalui penyeberangan Merak-Bakauheni.
Meski permintaan melonjak, PO MPM tidak menaikkan harga tiket. Tarif menuju Jakarta masih berada di kisaran Rp625 ribu per penumpang. "Harganya masih normal, tidak naik. Kalau Lebaran baru biasanya naik," kata Suci.
Peningkatan serupa juga dialami PO TAM. Agen PO TAM, Yuni, menyebut tingkat keterisian bus meningkat setelah pembatalan sejumlah penerbangan akibat erupsi. "Biasanya bus yang berangkat ada yang kosong, tidak penuh. Peningkatannya ada 30 persen dan saat sekarang bus-nya penuh berangkat," ujarnya. Setiap bus PO TAM berkapasitas sekitar 30 penumpang, dan dalam sehari dua bus yang diberangkatkan kini selalu penuh. Harga tiket juga tetap normal, sekitar Rp700 ribu per penumpang.
Sementara itu, PO Palala juga merasakan dampak serupa. Agen bus tersebut menyebut banyak calon penumpang yang menanyakan ketersediaan tiket dan jadwal keberangkatan, termasuk untuk perjalanan ke wilayah Jabodetabek. Hal ini menunjukkan bahwa gangguan penerbangan akibat erupsi Anak Krakatau telah mengalihkan sebagian penumpang ke moda transportasi darat.
Bagi penumpang yang harus segera tiba di Jakarta dan sekitarnya, bus AKAP menjadi salah satu pilihan utama untuk melanjutkan perjalanan di tengah belum normalnya aktivitas penerbangan. Situasi ini mencerminkan bagaimana bencana alam dapat mengubah pola perjalanan masyarakat secara signifikan.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0