Pangkalan Udara 70 Km dari Turki Digempur Israel, Ancaman Perang Makin Nyata

Serangan Israel ke pangkalan udara Al Duhur di Suriah, yang hanya berjarak 70 km dari Turki, memunculkan risiko konfrontasi antara Ankara dan Tel Aviv. Israel beralasan mencegah Turki membangun kehadiran militer, sementara Turki menuduh Netanyahu menjalankan kebijakan ekspansionis menjelang pemilu Oktober. Peran Pakistan dalam Pakta Makkah turut disorot jika Turki diserang.

Oct 3, 2026 - 00:01
Oct 3, 2026 - 00:01
 0
Pangkalan Udara 70 Km dari Turki Digempur Israel, Ancaman Perang Makin Nyata
Pangkalan Udara 70 Km dari Turki Digempur Israel, Ancaman Perang Makin Nyata

Serangan Israel terhadap pangkalan udara Al Duhur di dekat Aleppo, Suriah, memicu kekhawatiran baru di kawasan. Pasalnya, lokasi tersebut hanya berjarak sekitar 70 kilometer dari wilayah Turki, sehingga memunculkan risiko perang antara Ankara dan Tel Aviv.

Analisis yang dipublikasikan media Turki, Turkiye Today, dan dikutip Middle East Monitor pada Jumat (28/8), menyoroti dampak serangan itu terhadap negara pimpinan Recep Tayyip Erdogan. Para analis menilai konfrontasi militer langsung antara Israel dan Turki masih kecil kemungkinannya, tetapi penempatan militer serta kepentingan keamanan yang saling bersaing di Suriah dapat meningkatkan risiko eskalasi lebih lanjut.

Dalam rilis resminya usai serangan, Israel menyatakan operasi tersebut bertujuan mencegah Turki membangun kehadiran militer di fasilitas itu. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz sama-sama menyebut intelijen Israel mengindikasikan Turki sedang bersiap menempatkan pasukan dan peralatan di pangkalan udara tersebut.

Sumber militer Israel juga mengklaim Pasukan Pertahanan Israel (IDF) telah mengumpulkan informasi intelijen soal rencana Turki mengerahkan personel, drone, dan sistem pertahanan udara di lokasi itu. Menurut mereka, pengerahan semacam itu dapat membatasi kebebasan bertindak Israel di wilayah udara Suriah dan mengubah keseimbangan strategis di kawasan.

Turki menolak alasan Israel tersebut. Ankara mengecam serangan itu dan menuding Netanyahu mengejar kebijakan ekspansionis serta destabilisasi di kawasan menjelang pemilihan umum pada Oktober mendatang. Pemerintah Turki juga menegaskan akan terus bekerja sama dengan pemerintah Suriah atas dasar yang sah untuk mewujudkan perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran.

Dalam analisis yang dirilis media Turki, para pakar turut menyoroti peran Pakistan terhadap Ankara jika Turki diserang langsung menyusul pakta pertahanan baru yang ditandatangani, yakni Pakta Makkah. Pakta ini melibatkan tiga negara, yaitu Turki, Pakistan, dan Arab Saudi, serta membuka peluang bagi negara lain yang tertarik bergabung.

Para analis menduga keterlibatan Pakistan kemungkinan akan bertahap dan bukan dalam bentuk konfrontasi langsung dengan Israel. Langkah yang mungkin diambil mencakup bantuan logistik dan penyediaan kemampuan pertahanan udara. Namun, sejauh mana kewajiban Pakistan melakukan intervensi masih belum jelas karena bahasa yang digunakan dalam pengaturan pertahanan dinilai multi tafsir.

Selain itu, Netanyahu diketahui pernah memasang baliho besar bergambar empat pemimpin negara yang dianggap sebagai musuhnya. Keempat tokoh tersebut ialah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, pemimpin Hizbullah, dan Wali Kota New York Zohran Mamdani. Baliho itu terpasang di jalan raya utama Tel Aviv sejak pekan lalu menjelang pemilihan umum Oktober.

Foto Erdogan yang disandingkan dengan Mojtaba disebut menunjukkan Netanyahu menempatkan Turki sebagai musuh Israel. Intelijen Israel pun mulai menganggap Turki sebagai ancaman keamanan yang setara, bahkan lebih besar, dari Iran, musuh bebuyutan Tel Aviv.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0