Pakar Ungkap Kaitan Erupsi Anak Krakatau dengan Gempa Megathrust Selat Sunda, Ini Penjelasannya

Pakar kebencanaan Daryono mengungkap kaitan antara aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau dan dinamika tektonik di zona megathrust Selat Sunda. Gempa di zona megathrust dapat mengocok kantong magma sarat gas di bawah Anak Krakatau dan memicu erupsi, namun aktivitas vulkanik tidak cukup kuat memicu gempa megathrust raksasa.

Oct 3, 2026 - 20:02
Oct 3, 2026 - 20:02
 0
Pakar Ungkap Kaitan Erupsi Anak Krakatau dengan Gempa Megathrust Selat Sunda, Ini Penjelasannya
Pakar Ungkap Kaitan Erupsi Anak Krakatau dengan Gempa Megathrust Selat Sunda, Ini Penjelasannya

Pegiat mitigasi bencana Daryono menjelaskan adanya kaitan antara peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau dengan dinamika tektonik di zona megathrust Selat Sunda. Menurutnya, pembentukan magma di gunung api tersebut merupakan hasil langsung dari subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia.

Daryono memaparkan bahwa ketika terjadi deformasi atau pelepasan energi gempa di zona megathrust, getaran serta perubahan tekanan tektonik di dalam kerak bumi dapat memengaruhi sistem magma di bawah Gunung Anak Krakatau. Ia mengibaratkan kondisi tersebut seperti mengocok atau menekan kantong magma yang sudah penuh gas.

"Ketika deformasi atau pelepasan energi gempa terjadi di zona megathrust, goncangan atau perubahan tekanan tektonik (stress transfer) dapat menekan atau mengocok kantong magma yang sarat gas di bawah Anak Krakatau," ujar Daryono saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (8/9).

Selain itu, perengangan tektonik di Selat Sunda disebut memicu munculnya celah atau retakan yang mempermudah magma naik ke permukaan. Kondisi ini dapat mempercepat terjadinya erupsi.

Meski demikian, Daryono menegaskan tidak ada satu angka magnitudo yang secara mutlak menjadi batas gempa untuk memengaruhi sistem magma Gunung Anak Krakatau. Pengaruh tersebut bergantung pada jarak pusat gempa, kedalamannya, serta kondisi kantong magma. Secara umum, gempa tektonik dangkal berukuran sedang (M5,0-6,0) yang berjarak sangat dekat beberapa puluh kilometer dari Selat Sunda, atau gempa megathrust berskala besar (M7,0) yang berjarak hingga ratusan kilometer, dinilai sudah cukup memberikan guncangan dinamis maupun perubahan regangan yang signifikan.

Kemampuan gempa tektonik memicu peningkatan aktivitas Anak Krakatau juga bergantung pada kondisi gunung sebelum gempa terjadi. Jika sistem magma sudah jenuh gas dan siap meletus, guncangan gempa berukuran sedang pun sanggup mengganggu dapur magma. Sebaliknya, jika sistem magma pasif atau belum mengumpul secara signifikan, guncangan gempa besar tidak akan memicu peningkatan aktivitas vulkanik.

"Jika kondisi magmanya sedang pasif atau belum mengumpul secara signifikan, guncangan gempa besar sekalipun tidak akan serta-merta memicu peningkatan aktivitas vulkanik," jelas Daryono.

Daryono menambahkan, erupsi besar atau pergerakan massa magma bervolume tinggi dapat mengganggu keseimbangan lokal tegangan batuan. Hal ini berpotensi memicu pergeseran sesar-sesar lokal di sekitar Selat Sunda atau volcano-induced tectonics, yang dapat menimbulkan gempa tektonik lokal berkekuatan kecil hingga sedang. Namun, ia menegaskan aktivitas vulkanik tidak cukup kuat untuk secara langsung menyebabkan gempa megathrust skala raksasa.

Ia juga menyebut indikator paling awal yang terdeteksi peralatan pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), meliputi lonjakan Gempa Vulkanik Dalam (VA) dan Vulkanik Dangkal (VB). Alat tersebut mendeteksi retakan batuan di bawah gunung akibat dorongan magma yang mulai bergerak naik. Selanjutnya, pemantauan deformasi tubuh gunung menggunakan GPS berpresisi tinggi atau tiltmeter dapat menunjukkan apakah tubuh gunung mulai mengembang akibat meningkatnya tekanan magma di bawah permukaan. Perubahan emisi gas vulkanik seperti sulfur dioksida (SO2) dan karbon dioksida (CO2) juga menjadi indikator penting adanya perubahan sistem magma.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0