Netanyahu Sebut Kesepakatan AS-Iran Mustahil Tercapai, Puji Tekanan Trump ke Teheran

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menilai Amerika Serikat tidak akan mencapai kesepakatan diplomatik dengan Iran. Ia menyebut penguasa Teheran sebagai orang-orang biadab dan memuji tekanan ekonomi baru Presiden AS Donald Trump terhadap Iran di tengah negosiasi yang belum menemui titik terang.

Sep 30, 2026 - 12:03
Sep 30, 2026 - 12:03
 0
Netanyahu Sebut Kesepakatan AS-Iran Mustahil Tercapai, Puji Tekanan Trump ke Teheran
Netanyahu Sebut Kesepakatan AS-Iran Mustahil Tercapai, Puji Tekanan Trump ke Teheran

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan keyakinannya bahwa Amerika Serikat tidak akan mampu mencapai kesepakatan diplomatik dengan Iran. Pernyataan itu disampaikannya dalam sebuah acara pada Selasa (25/8) malam, di mana ia menyebut pihak yang berkuasa di Teheran sebagai orang-orang biadab.

Dalam kesempatan tersebut, Netanyahu justru melontarkan pujian terhadap tekanan ekonomi baru yang dilancarkan Presiden AS Donald Trump kepada Iran. Sikap itu muncul ketika proses negosiasi antara Washington dan Teheran untuk mengakhiri perang masih belum menunjukkan hasil yang jelas.

Netanyahu mengaku baru-baru ini bertemu dengan Trump dan membahas kemungkinan jalur diplomasi dengan Iran. Namun, ia menyampaikan keraguannya bahwa kesepakatan bisa terwujud. Menurutnya, kesepakatan tidak dapat dicapai dengan kelompok yang saat ini berada di pemerintahan Iran.

Pernyataan itu ia sampaikan dalam sebuah acara yang digelar di permukiman Israel di Tepi Barat Palestina, wilayah yang diduduki secara ilegal oleh Israel. Netanyahu memang telah lama bersikap skeptis terhadap diplomasi dengan Iran dan secara terbuka menentang kesepakatan nuklir 2015 yang dirundingkan oleh Presiden AS saat itu, Barack Obama.

Meski demikian, Netanyahu terlihat berhati-hati agar tidak mengkritik Trump secara terbuka. Sikap itu diambil ketika Trump tengah berupaya mencapai penyelesaian perang melalui jalur perundingan.

Sebelumnya, Trump melancarkan serangan gabungan AS-Israel ke Iran pada Februari lalu. Serangan tersebut memicu perang dengan Teheran yang terus meluas hingga saat ini.

Kini, Trump berupaya menyeret Iran untuk menyepakati negosiasi pengakhiran perang. Langkah itu diambil menyusul tekanan domestik dan internasional, seiring penilaian sejumlah pihak bahwa AS gagal mencapai tujuan selama perang Iran berlangsung.

Perang tersebut juga berlangsung jauh lebih lama dibandingkan perkiraan awal Trump, yang semula menilai konflik akan selesai dalam enam sampai delapan pekan. Sementara itu, Netanyahu terlihat enggan menghentikan perang dengan Iran. Israel bahkan kerap melancarkan provokasi yang mengganggu perundingan Iran dan AS, hingga membuat Trump frustrasi dan hubungan keduanya merenggang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0