Nepal Tegas Menolak Tawaran Tim SAR Asing Meski 1.400 Korban Banjir Bandang Masih Hilang
Nepal menolak tawaran bantuan tim penyelamat dari sejumlah negara, termasuk India dan China, meski banjir bandang di perbatasan Nepal-China menewaskan 469 orang dan 1.400 lainnya masih hilang. Nepal memilih mengandalkan Tim Tanggap Darurat internal dan tetap menerima bantuan kemanusiaan dari India, AS, serta Bank Dunia.
Pemerintah Nepal memutuskan menolak tawaran pengiriman tim penyelamat dari berbagai negara, meskipun bencana banjir bandang dan longsor yang melanda perbatasan Nepal dan China pada Rabu lalu menimbulkan korban jiwa yang besar. Seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri Nepal mengungkapkan bahwa pihaknya menerima banyak permintaan resmi maupun tidak resmi dari sejumlah negara dan organisasi internasional untuk mengerahkan tim penyelamatan, namun semuanya ditolak.
India menjadi salah satu negara yang menawarkan bantuan tim SAR, tetapi Nepal menolak tawaran tersebut. "Kami juga menerima permintaan serupa dari China dan negara-negara lain, tapi kami menolak permintaan tersebut," kata pejabat Kemlu Nepal, dikutip The Straits Times, Jumat (28/8). Selain India dan China, negara lain yang turut menawarkan bantuan adalah Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Korea Selatan, Sri Lanka, dan Bangladesh.
Juru bicara Kemlu India Randhir Jaiswal menyatakan pihaknya menghormati keputusan Nepal. "Apapun permintaan yang diajukan oleh Nepal, kami akan menindaklanjutinya," ujar Jaiswal. Ia menambahkan India telah mengirim lebih dari 47,5 ton bantuan kemanusiaan pada 28 Agustus dan menawarkan pengiriman jembatan Bailey serta rangka prefabrikasi. Amerika Serikat dan Bank Dunia juga menyatakan kesiapan mereka mengirim bantuan kemanusiaan yang dibutuhkan Nepal.
Di sisi lain, pejabat Kemlu Nepal menyebut pemerintah telah membentuk Tim Tanggap Darurat (ERT) untuk membantu negara asing yang terdampak banjir. Tim ini dipimpin oleh wakil menteri luar negeri dan berfungsi sebagai badan koordinasi pusat di dalam kementerian untuk memfasilitasi pencarian, penyelamatan, verifikasi informasi, serta bantuan konsuler bagi warga negara asing yang terdampak, hilang, atau terkait insiden banjir.
Juru bicara Kemlu Nepal Lok Bahadur Poudel Chettri menambahkan kementerian telah mengirim wakil sekretaris ke tim operasi khusus di Timure, Rasuwa, untuk memastikan keberadaan dan kondisi warga negara asing yang hilang atau tidak bisa dihubungi. "Wakil sekretaris sedang berkoordinasi dengan tim keamanan di lapangan, dan informasi apa pun yang dia kumpulkan akan diteruskan langsung ke Kementerian Luar Negeri karena kami telah menerima banyak sekali pertanyaan dari kerabat mereka," kata Chettri.
Chettri menjelaskan mekanisme tersebut dapat menjadi kanal bagi kerabat, misi diplomatik, dan organisasi internasional yang ingin mencari tahu keberadaan orang hilang melalui satu pintu. Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Nepal Shishir Khanal menginstruksikan para pejabat di berbagai divisi kementerian untuk tetap berhubungan dengan pemerintah asing dan terus memberikan informasi terbaru mengenai warga negara mereka yang hilang. Kementerian juga menginstruksikan misi diplomatiknya di luar negeri untuk mencari dukungan keuangan hanya melalui Dana Bantuan Perdana Menteri.
Bencana banjir bandang dan longsor yang menerjang perbatasan Nepal dan China pada Rabu tersebut mengakibatkan 469 orang tewas, sementara 1.400 orang lainnya masih dilaporkan hilang. Meski menolak kehadiran tim SAR asing, Nepal tetap membuka diri terhadap bantuan kemanusiaan dan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menangani dampak bencana.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0