NASA Ungkap Lapisan Berlian 16 Km di Planet Merkurius

NASA menemukan lapisan berlian 16 km di Merkurius, hasil analisis data MESSENGER mengungkap rahasia planet terkecil tata surya.

Aug 16, 2025 - 11:33
 0
NASA Ungkap Lapisan Berlian 16 Km di Planet Merkurius
Merkurius diambil dari pesawat MESSENGER milik NASA. (Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory/Carnegie Institution of Washington)

Jakarta - Penemuan mengejutkan datang dari para ilmuwan Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Berdasarkan analisis terbaru, Merkurius  planet terkecil sekaligus terdekat dengan Matahari — ternyata menyimpan lapisan berlian raksasa di bawah permukaannya. Ketebalan lapisan itu diperkirakan mencapai 16 kilometer atau sekitar 10 mil, membuatnya menjadi salah satu temuan geologi paling menarik di tata surya.

Bukti dari Data MESSENGER

Penelitian ini dilakukan menggunakan data yang dikumpulkan pesawat ruang angkasa MESSENGER (Mercury Surface, Space Environment, Geochemistry, and Ranging). Wahana tersebut diluncurkan pada tahun 2004 dan berhasil menjadi satelit pertama yang mengorbit Merkurius. Selama lebih dari satu dekade, MESSENGER mengumpulkan data penting tentang medan magnet, komposisi geologi, hingga kondisi permukaan planet sebelum misinya berakhir pada 2015.

Hasil analisis kemudian dipublikasikan di jurnal Nature Communications pada Juni 2024. Dari sana, para ilmuwan menyimpulkan bahwa di bawah kerak Merkurius terdapat lapisan karbon yang ternyata tidak hanya berupa grafit, tetapi juga berlian dalam jumlah besar.

Misteri Permukaan Gelap Merkurius

Merkurius sejak lama menjadi teka-teki bagi ilmuwan. Permukaannya terlihat sangat gelap, berbeda dengan planet lain di tata surya. Planet ini juga memiliki inti yang padat serta aktivitas vulkanik yang berhenti lebih cepat dari perkiraan. Salah satu hal aneh lainnya adalah adanya bercak-bercak grafit di permukaan, yang diduga terbentuk dari lautan magma purba kaya karbon.

Awalnya, para peneliti mengira lapisan karbon di dalam mantel Merkurius hanya berupa grafit. Namun, tim yang dipimpin oleh Olivier Namur dari KU Leuven menemukan kemungkinan lebih menakjubkan: karbon tersebut telah berubah menjadi berlian akibat tekanan dan suhu ekstrem di dalam planet.

Bagaimana Berlian Terbentuk di Merkurius?

Untuk menguji hipotesis ini, para peneliti menggunakan mesin pres raksasa yang dapat menciptakan tekanan lebih dari tujuh gigapascal dan suhu hingga 2.177 derajat Celsius kondisi serupa dengan interior Merkurius. Melalui eksperimen tersebut, mereka menemukan bahwa mineral karbon di dalam planet dapat berubah menjadi berlian.

Proses terbentuknya berlian di Merkurius diyakini melalui dua mekanisme. Pertama, kristalisasi lautan magma purba yang mungkin menghasilkan lapisan tipis berlian di antara inti dan mantel. Kedua, yang lebih dominan, adalah kristalisasi inti logam Merkurius sekitar 4,5 miliar tahun lalu. Saat inti cair mulai mengeras, karbon yang terlarut terkonsentrasi di sisa lelehan hingga mencapai titik jenuh. Ketika cairan tak lagi mampu melarutkan karbon, terbentuklah kristal berlian secara alami.

Pentingnya Temuan Ini

Penemuan lapisan berlian di Merkurius bukan hanya menarik dari sisi geologi, tetapi juga memberi gambaran baru tentang bagaimana planet kecil terbentuk dan berevolusi. Temuan ini menunjukkan bahwa kondisi ekstrem di tata surya bisa menghasilkan sumber daya mineral yang luar biasa, bahkan dalam bentuk berlian yang bernilai tinggi di Bumi.

Meski berlian di Merkurius kemungkinan tidak akan pernah ditambang, penelitian ini memperkaya pemahaman ilmuwan tentang evolusi planet dan potensi keberadaan karbon dalam berbagai bentuk di tata surya. Hal ini juga membuka pertanyaan baru: apakah fenomena serupa bisa terjadi di planet lain yang memiliki kandungan karbon tinggi?

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0