Lumpur Setebal 1,5 Meter Tutup Akses, Pencarian Korban Banjir Nepal-Tibet Terhambat
Upaya pencarian korban banjir di perbatasan Nepal dan Tibet, China, terhambat lumpur dan puing setebal hampir 1,5 meter yang menutup akses menuju Pelabuhan Gyirong. Longsoran berada sekitar 2,5 kilometer dari pelabuhan, sementara hujan malam dan risiko longsor susulan semakin menyulitkan tim penyelamat. Pemerintah China mengerahkan alat berat, drone, dan lebih dari 100 petugas tambahan.
Tim penyelamat yang berupaya mencapai korban banjir di kawasan perbatasan Nepal dan Tibet, China, menghadapi kendala berat berupa timbunan lumpur dan puing-puing yang ketebalannya mencapai hampir 1,5 meter. Material itu menutup jalur menuju Pelabuhan Gyirong sehingga proses pencarian korban berjalan lambat.
Banjir besar menerjang wilayah tersebut lebih dari 20 jam sebelum tim penyelamat mencoba menembus lokasi. Hingga Kamis pagi, longsoran lumpur dan puing masih menghalangi akses menuju Pelabuhan Gyirong.
Reporter media pemerintah China, CCTV, Wang Qian, yang berada di wilayah Gyirong, Tibet, menyatakan tepi longsor berada sekitar 2,5 kilometer dari Pelabuhan Gyirong. Menurutnya, ketebalan longsoran lumpur di bagian tepi mencapai hampir 1,5 meter.
"Hal ini membuat upaya penyelamatan selanjutnya menjadi sangat sulit," ujar Wang Qian seperti dikutip dari laporan CCTV.
Selain terkendala material longsor, tim penyelamat juga meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko longsor susulan dan jalan yang ambruk. Kondisi itu dinilai dapat membahayakan petugas yang berusaha mencapai pelabuhan.
Hujan yang turun pada malam hari menambah kesulitan proses pencarian. Laporan media pemerintah China menyebut cuaca menjadi salah satu faktor yang memperlambat operasi penyelamatan di lapangan.
Untuk membuka akses menuju lokasi, pemerintah China mengerahkan alat berat dan sejumlah peralatan pendukung. Lebih dari 100 petugas tambahan dari Beijing dan Provinsi Sichuan dijadwalkan tiba pada Kamis pagi guna memperkuat upaya penyelamatan.
Militer China turut mengerahkan drone pada Rabu malam untuk menilai skala kerusakan di daerah bencana. Meski demikian, operasi tersebut masih menghadapi "kondisi cuaca yang kompleks" menurut laporan CCTV.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0