Liga Wanita Indonesia 2026/2027 Segera Bergulir, Mimpi Pesepakbola Putri Kini Bukan Angan-Angan Lagi

Kabar baik bagi pesepakbola putri Indonesia. Setelah bertahun-tahun tanpa liga, Indonesia Women's League 2026/2027 dijadwalkan bergulir Oktober mendatang, kurang dari dua bulan setelah Srikandi Merdeka Cup 2026. Dukungan Djarum Foundation lewat trilogi turnamen usia muda membuat jenjang karier pemain putri kian nyata, dari U-12 hingga level universitas.

Oct 2, 2026 - 00:03
Oct 2, 2026 - 00:03
 0
Liga Wanita Indonesia 2026/2027 Segera Bergulir, Mimpi Pesepakbola Putri Kini Bukan Angan-Angan Lagi
Liga Wanita Indonesia 2026/2027 Segera Bergulir, Mimpi Pesepakbola Putri Kini Bukan Angan-Angan Lagi

Kabar menggembirakan datang bagi para pesepakbola putri Indonesia. Mimpi meniti karier sebagai pemain profesional yang selama ini terasa jauh kini mulai menemukan jalannya, seiring bakal digelarnya Liga Wanita Indonesia atau Indonesia Women's League 2026/2027 pada Oktober mendatang.

Selama ini, pemain muda putri Tanah Air nyaris tidak memiliki jenjang karier yang jelas. Kasta tertinggi sepak bola putri belum ada, sehingga cita-cita menembus Timnas Indonesia Putri pun terasa sulit dijangkau. Padahal, menjadi pemain profesional biasanya menjadi pintu masuk menuju tim nasional.

Situasi itu berubah berkat geliat turnamen sepak bola putri yang digalakkan Djarum Foundation. Dimulai dari MilkLife Soccer Challenge All-Star U-12, Hydroplus Soccer League (HPSL) All Star U-15 dan U-18, hingga Srikandi Merdeka Cup 2026. Ketiga ajang tersebut disebut sebagai trilogi sepak bola putri.

Kurang dari dua bulan setelah Srikandi Merdeka Cup 2026, Liga Wanita Indonesia 2026/2027 akan bergulir. Ekosistem pembinaan pun perlahan terbentuk, membuat para pemain muda kian termotivasi mengejar mimpi.

Bek Garuda Pertiwi, Jazlyn Kayla, mengaku senang dengan kehadiran liga yang selama ini dinantikan. Pemain yang mulai menekuni sepak bola sejak kelas 5 SD itu mengaku sudah memahami lika-liku karier di lapangan, termasuk risiko cedera dan jatuh bangun yang harus dihadapi.

"Ya yang pasti aku senang banget udah mulai liga bergulir dan itu pastinya aku ingin banget main di situ, terus aku juga excited banget pengin main," kata Jazlyn kepada CNNIndonesia.com.

Jazlyn menegaskan tekadnya untuk terus berkembang menjadi pesepakbola Indonesia yang lebih baik. Ia juga menyiapkan target baru setelah Srikandi Merdeka Cup, yakni Kualifikasi Piala Asia U-17 dan persiapan AFC U-17. Jazlyn bahkan berharap suatu hari bisa bermain untuk tim sepak bola wanita Real Madrid.

Program Director Srikandi Merdeka Cup 2026 yang juga CEO Indonesia Women's League, Teddy Tjahjono, menyebut FIFA tengah menggagas FIFA Festival Girls' untuk anak-anak U-15 di seluruh dunia. Menurutnya, sepak bola putri kini memiliki wadah pembinaan yang lengkap, mulai dari U-12, U-15, U-18, hingga liga putri.

"Jadi sepak bola putri ini makin punya ekosistem, punya wadah pembinaan mulai dari U-18, 10, 12, naik ke HPSL, U-15, U-18, terus ke FIFA ada FIFA Festival U-15. Terus selanjutnya liga putri juga bakal jalan. Secara ekosistem pembinaan, ini sudah lengkap," ujar Teddy.

Pelatih Garuda Pertiwi, Timo Scheunemann, berharap orang tua semakin mendukung putri-putrinya bermain sepak bola. Menurutnya, sepak bola putri kini tersedia di setiap jenjang pendidikan, mulai dari turnamen antar-SD, SSB, hingga Campus League dan Liga 1 putri yang segera dimulai.

"Jadi sudah enggak ada alasan lagi untuk orang tua tidak mendukung anaknya main bola, gitu. Syukur-syukur jadi pemain profesional atau masuk Timnas. Tapi kan bisa juga masuk kuliah kan sudah luar biasa, bisa masuk kampus lewat bola. Atau masuk tentara atau polisi, gitu ya. Jadi harapannya semakin banyaklah yang main bola," ucap Timo.

Kiper Garuda Pertiwi, Alleana Ayu Arumi, berharap semua pihak, termasuk swasta seperti Djarum Foundation, terus memperhatikan perkembangan sepak bola putri dan Timnas Putri Indonesia. Ia pun bercerita soal awal kecintaannya pada sepak bola saat pandemi Covid-19, ketika dirinya yang masih kelas 5 SD bermain di lapangan sekitar rumah hingga akhirnya mendapat kesempatan dari pelatih di Tangerang Selatan.

Sementara itu, pemain muda Ayla Dva Ahisma mengaku terinspirasi oleh Claudia Scheunemann. Ia bertekad menjadi pesepakbola profesional agar bisa membanggakan kedua orang tua dan keluarganya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0