Kemlu RI Bergerak Cari Jejak WNI di Himalaya Usai Banjir Nepal-Tibet, 1.384 Orang Masih Hilang
Kemlu RI masih mendata keberadaan WNI yang mendaki Gunung Himalaya saat banjir dan longsor menerjang perbatasan Nepal-Tibet. Sebanyak 45 WNI tercatat berada di Nepal, mayoritas di Kathmandu, dan belum ada laporan terdampak. Otoritas Nepal dan China melaporkan total 1.384 orang hilang, sementara korban tewas mencapai 165 orang.
Kementerian Luar Negeri RI tengah berkoordinasi dengan agen perjalanan dan pemerintah setempat untuk mendata kemungkinan adanya warga negara Indonesia yang berada di kawasan Gunung Himalaya saat banjir dan longsor melanda perbatasan Nepal dan Tibet, China. Wilayah terdampak merupakan area wisata di kawasan tersebut.
Juru bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl, menyatakan proses pendataan masih berlangsung dan terus diperbarui. "Saat ini memang sedang masih berlangsung pendataannya, masih diupdate," ujar Nabyl dalam wawancara dengan CNN Indonesia, Kamis (27/8).
Meski demikian, Nabyl memastikan sejauh ini belum ada WNI yang dilaporkan terdampak bencana tersebut. Kemlu juga menjalin koordinasi dengan pemerintah daerah di Tibet, China, yang turut dilanda banjir, untuk memastikan keselamatan warga di sana.
Pemerintah Indonesia terus mengimbau WNI agar tetap waspada dan mengikuti arahan pemerintah setempat. Jika terjadi kondisi darurat, warga diminta segera menghubungi nomor hotline KBRI.
Berdasarkan catatan, sebanyak 45 WNI berada di Nepal dan mayoritas tinggal di Kathmandu. Hingga kini belum ada laporan yang menyebut mereka terdampak bencana.
Banjir bandang dan longsor menerjang kawasan kaki Gunung Himalaya serta Tibet, China, pada Rabu. Video yang beredar di media sosial memperlihatkan banjir bandang menghantam gedung, rumah, jalan, dan proyek pembangunan, dengan banyak rumah serta kendaraan terendam longsor.
Badan Bencana Nepal melaporkan 826 orang belum bisa dihubungi hingga Kamis, lebih dari 24 jam setelah bencana. Dari jumlah itu, 600 di antaranya merupakan turis asing, termasuk 177 warga India, 63 warga Amerika Serikat, 34 Australia, 33 Inggris, dan 25 Kanada.
Sementara pemerintah China mencatat 558 orang hilang di sisi perbatasan Tibet, dengan 260 di antaranya warga asing. Jika diakumulasikan, total orang hilang dari data otoritas Nepal dan China mencapai 1.384 orang, meski belum dapat dipastikan apakah ada penghitungan ganda. Adapun korban tewas akibat bencana ini tercatat 165 orang.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0