Kabut Asap RI Makin Pekat, Anwar Ibrahim Ajak Warga Malaysia Berdoa demi Kelancaran HUT Negara
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengajak masyarakat berdoa agar kabut asap kiriman dari Indonesia segera reda menjelang perayaan Hari Kebangsaan 31 Agustus dan Hari Malaysia 16 September. Kualitas udara memburuk di sejumlah wilayah, terutama Sarawak, dengan Putrajaya mencatat API 155 atau tidak sehat. Pemerintah masih menimbang penyesuaian skala dan lokasi perayaan.
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyerukan doa bersama agar kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan di Indonesia lekas mereda. Seruan itu disampaikannya menjelang perayaan Hari Kebangsaan Malaysia pada 31 Agustus serta Hari Malaysia pada 16 September mendatang.
Anwar menyampaikan hal tersebut saat menghadiri pidato peluncuran perayaan ulang tahun ke-80 Telekom Malaysia, Rabu (26/8). Menurutnya, persiapan kedua agenda kenegaraan itu tengah berjalan, namun kondisi udara yang memburuk menjadi ancaman tersendiri.
"Kami juga sedang mempersiapkan perayaan Hari Kebangsaan Malaysia, yang kemudian dilanjutkan dengan Hari Malaysia. Hari Kebangsaan jatuh pada 31 Agustus dan Hari Malaysia pada 16 September," ujar Anwar, seperti dikutip The New Straits Times. "Kita berdoa kepada Allah agar kabut asap dapat dikendalikan sehingga perayaan dapat dilaksanakan," tambahnya.
Sebelumnya, Menteri Komunikasi Datuk Seri Fahmi Fadzil menyatakan pemerintah akan memutuskan perlu atau tidaknya menyesuaikan skala maupun lokasi perayaan Hari Kebangsaan 2026. Keputusan itu akan diambil Ketua Sekretaris Negara Tan Sri Shamsul Azri Abu Bakar setelah berdiskusi dengan Kementerian Komunikasi, Kementerian Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan, Departemen Meteorologi Malaysia, Kementerian Pendidikan, dan Kementerian Kesehatan.
Fahmi menambahkan, pemerintah juga akan mengevaluasi program Malam Hari Kebangsaan pada 30 Agustus di Dataran Merdeka yang digelar bersama Balai Kota Kuala Lumpur (DBKL) dan CIMB. Keselamatan serta kesehatan 1.500 siswa sekolah menengah dari tiga negara bagian yang akan tampil dalam pertunjukan grafis manusia menjadi pertimbangan penting sebelum keputusan akhir diambil.
Data pemantauan menunjukkan kualitas udara di Malaysia masih bermasalah. Sehari sebelumnya, 30 wilayah di seluruh negeri mencatat indeks polusi udara (API) dalam kategori tidak sehat, dengan Putrajaya berada di angka 155. Hingga pukul 15.00 hari ini, angka API Putrajaya masih bertahan di level 155, meski jumlah wilayah berkategori tidak sehat secara nasional turun menjadi 10 wilayah.
Dalam skala API, angka 0 hingga 50 tergolong baik, 51 hingga 100 sedang, 101 hingga 200 tidak sehat, 201 hingga 300 sangat tidak sehat, dan di atas 300 berbahaya.
Direktur Jenderal MetMalaysia Dr Mohd Hisham Mohd Anip sebelumnya memperkirakan kabut asap yang melanda sejumlah wilayah Malaysia tidak akan reda selama pembakaran terbuka di negara tetangga belum bisa dikendalikan. Angin dari Kalimantan dan Sumatra saat ini membawa asap lintas batas ke Sarawak dan pesisir barat Semenanjung Malaysia.
Malaysia pun menyatakan kesiapannya membantu Indonesia memadamkan kebakaran hutan dan lahan gambut yang menjadi sumber kabut asap tersebut.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0