Harga Chip Memori Melonjak, Sharp Sebut TV Layar Kecil Kian Terdampak

Sharp mengungkap lonjakan harga chip memori global berdampak pada kenaikan harga televisi, terutama model layar kecil seperti TV 32 inci yang kini mendekati Rp3 juta. Kenaikan diperkirakan 3-8 persen dan berlanjut hingga Oktober 2026. Sharp pun mengalihkan fokus ke TV layar besar dengan target kontribusi pasar naik hingga 20 persen.

Oct 3, 2026 - 12:02
Oct 3, 2026 - 12:02
 0
Harga Chip Memori Melonjak, Sharp Sebut TV Layar Kecil Kian Terdampak
Harga Chip Memori Melonjak, Sharp Sebut TV Layar Kecil Kian Terdampak

Pabrikan elektronik asal Jepang, Sharp, menyatakan bahwa lonjakan harga chip memori global turut memukul lini produk televisi mereka. Dampak paling terasa terjadi pada televisi berukuran kecil, yang kini harus dijual dengan harga lebih tinggi.

National Sales Senior General Manager PT Sharp Electronics Indonesia, Andry Adi Utomo, menjelaskan bahwa salah satu contohnya adalah TV 32 inci yang sekarang dibanderol hampir Rp3 juta. Sebelumnya, produk tersebut sempat dijual di bawah Rp2 juta. Menurut Andry, kondisi ini membuat segmen TV layar kecil semakin sulit dimainkan.

"Sekarang main di televisi inci kecil susah. Karena saya lihat, chip memori itu harganya mahal. Satu memori dipakai di inch kecil sama dengan satu memori dipakai di inch gede karena memori itu untuk simpan aplikasi Android ya. Nah, ini kan rugi kalau kita pasang di televisi inch kecil," ujar Andry dalam acara kampanye "Every Customer Matters" di Jakarta, Rabu (9/9).

Andry memperkirakan kenaikan harga mencapai 3-8 persen dan masih akan berlanjut hingga Oktober 2026. "Kita akan naik harga lagi untuk TV yang kesekian belas kali di bulan Oktober 2026," tegasnya. Meski demikian, ia belum bisa memastikan apakah kenaikan ini akan menekan penjualan TV layar kecil. Ia mencatat penjualan TV Sharp sempat naik saat momentum Piala Dunia 2026.

Karena itu, Sharp kini lebih fokus memasarkan televisi layar besar. Saat ini kontribusi segmen tersebut masih kecil, yakni sekitar 5-8 persen dari total pasar TV Sharp yang berada di kisaran 18 persen. "Sebenarnya, kontribusi televisi berukuran ini masih kecil ya. Total pasar televisi itu baru sekitar 18 persen. Jadi dibilang dari yang 18 persen itu mungkin kontribusi televisi besar baru sekitar 5-8 persen," imbuh Andry.

Menurut Andry, persaingan di segmen TV layar besar tidak cukup hanya mengandalkan harga. Sharp mencoba menawarkan nilai tambah, terutama dalam hal pemasangan produk dan kecepatan penanganan kendala setelah pembelian. Salah satu upayanya adalah layanan Platinum Service bagi pembeli TV premium Aquos XLED dan SuperSize TV, khusus untuk area Jabodetabek, Medan, Surabaya, dan Denpasar. Layanan ini memastikan proses instalasi TV berukuran besar berlangsung cepat.

Andry optimistis segmen TV layar besar bisa tumbuh. Ia menargetkan kontribusi pasar di segmen ini naik menjadi 16-20 persen, sementara total pasar TV Sharp ditargetkan sekitar 25 persen. "Kita mau TV ini punya kontribusi total di-share itu 25 persen. Jadi semua produk 25, 25, 25, 25 gitu. Sekarang baru 18 persen," tutupnya.

Sementara itu, riset Omdia menunjukkan pengiriman televisi global tumbuh sekitar 3,6 persen year-on-year menjadi 48,8 juta unit pada kuartal kedua 2026, didorong momentum Piala Dunia 2026 dan peluncuran Amazon Prime Day. Omdia menemukan keterbatasan pasokan memori baru berdampak pada volume pengiriman TV kuartal kedua 2026, karena merek masih mempromosikan lini lama dan memakai persediaan memori berbiaya rendah. Namun, dengan pasokan memori yang diperkirakan tetap ketat dan harga terus naik, harga TV berpotensi menghadapi tekanan kenaikan tahun ini. Omdia juga memperkirakan merek akan beralih dari TV resolusi rendah ke model 4K karena produk memori berkapasitas rendah mengalami kendala pasokan yang sangat ketat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0