El Nino Diprediksi Menguat hingga Level Super, Waspada Dampak Kekeringan

Fenomena El Nino diprediksi menguat hingga level super, dengan intensitas melebihi tahun 2023. BMKG mencatat Indeks Niño 3.4 sebesar +2.26, sementara NOAA memperkirakan fenomena ini berlanjut hingga awal musim semi 2027. Dampaknya meliputi penurunan curah hujan, gangguan pertanian, risiko kebakaran hutan, dan masalah kesehatan. Para ahli mengimbau kesiapsiagaan dan langkah antisipatif sejak dini.

Aug 13, 2026 - 00:56
Aug 13, 2026 - 00:56
 0
El Nino Diprediksi Menguat hingga Level Super, Waspada Dampak Kekeringan
El Nino Diprediksi Menguat hingga Level Super, Waspada Dampak Kekeringan

Fenomena iklim El Nino menunjukkan tanda-tanda penguatan signifikan dalam beberapa waktu mendatang. Para pakar memprediksi fenomena ini dapat mencapai kategori Super El Nino, yang menjadi salah satu yang terkuat dalam catatan sejarah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan Indeks Niño 3.4 dasarian tercatat sebesar +2.26, dengan Southern Oscillation Index (SOI) mencapai -28,2. Angka ini mengindikasikan El Nino dengan intensitas kuat dan berpotensi semakin menguat.

National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) Amerika Serikat juga mengamati penguatan El Nino selama sebulan terakhir. Suhu permukaan laut di sebagian besar wilayah Pasifik khatulistiwa bagian tengah dan timur telah melonjak lebih dari +1,0°C di atas normal. Selain itu, suhu di bawah permukaan laut di sepanjang garis khatulistiwa juga meningkat, dipicu oleh pergerakan gelombang Kelvin yang memperdalam lapisan termoklin. NOAA memperkirakan fenomena ini akan terus berlanjut hingga awal musim semi 2027 dengan probabilitas 97 persen.

Profesor riset dari Pusat Riset Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Erma Yulihastin, menyatakan bahwa pemanasan suhu akibat El Nino tahun ini bisa mencapai lebih dari 2 derajat Celsius. Berdasarkan pantauan satelit, intensitas El Nino saat ini sudah mencapai 1,74 derajat Celsius, melampaui ambang batas El Nino 2023 yang hanya 1,6 derajat Celsius. Erma memprediksi pada Agustus mendatang ambang batas tersebut akan menembus angka 2 derajat Celsius, yang menjadi penanda kategori super.

Fenomena El Nino super sebelumnya pernah terjadi pada tahun 1997 dan 2015. Namun, El Nino tahun ini diprediksi lebih kuat dari kedua peristiwa tersebut. Dibandingkan dengan tahun 2023, dampak El Nino kali ini diperkirakan lebih parah karena intensitasnya sudah lebih tinggi sejak awal. "Sudah harus dipahami bahwa El Nino saat ini yang 2026 dampaknya akan lebih parah dibandingkan dengan El Nino 2023," ujar Erma.

Dampak El Nino meliputi sektor pertanian dan ketersediaan air. BMKG mengingatkan risiko gangguan fase pertumbuhan tanaman, penurunan produktivitas, hingga peningkatan potensi puso akibat defisit air. Selain itu, fenomena ini juga berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, penurunan kualitas udara akibat meningkatnya konsentrasi polutan, serta gangguan kesehatan masyarakat seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan penyakit akibat paparan suhu panas.

Menghadapi kondisi ini, kesiapsiagaan dan langkah antisipatif perlu dilakukan sejak dini. Penyesuaian pola tanam, pengelolaan irigasi yang lebih efisien, serta pemanfaatan informasi iklim sebagai dasar pengambilan keputusan di sektor pertanian menjadi langkah yang disarankan. Masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana terkait kekeringan dan kebakaran hutan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0