China Dukung Iran Lawan Sanksi AS, Teheran Sebut Kemitraan Tak Butuh Restu Pihak Lain

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memuji sikap China yang menolak sanksi ekonomi Amerika Serikat terhadap Teheran. Menurutnya, penentangan Beijing membuktikan kemitraan strategis kedua negara kuat dan tidak memerlukan izin pihak mana pun. China menegaskan sanksi AS tidak memiliki dasar hukum internasional maupun mandat Dewan Keamanan PBB.

Sep 30, 2026 - 16:02
Sep 30, 2026 - 16:02
 0
China Dukung Iran Lawan Sanksi AS, Teheran Sebut Kemitraan Tak Butuh Restu Pihak Lain
China Dukung Iran Lawan Sanksi AS, Teheran Sebut Kemitraan Tak Butuh Restu Pihak Lain

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memberikan apresiasi terhadap sikap China yang secara tegas menolak sanksi ekonomi Amerika Serikat terhadap Teheran. Pujian itu disampaikan melalui unggahan di media sosial X pada Rabu (26/8).

Menurut Ghalibaf, penentangan China terhadap sanksi baru AS menunjukkan bahwa kemitraan strategis antara kedua negara berada dalam posisi yang kuat. Ia menilai hubungan tersebut tidak membutuhkan restu atau izin dari pihak mana pun.

"Kemitraan strategis komprehensif Iran-China berakar pada rasa saling menghormati, kerja sama saling menguntungkan, dan visi bersama untuk dunia multipolar. Hubungan ini tidak memerlukan izin siapa pun," tulis Ghalibaf dalam unggahannya.

Sikap China sebelumnya disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri. Beijing menyatakan menentang keras sanksi AS terhadap Iran karena dinilai tidak memiliki dasar hukum internasional maupun mandat dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Pernyataan itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pemberlakuan sanksi ekonomi terhadap Iran yang dijuluki "D-Day". Sanksi tersebut diberikan setelah negosiasi damai antara AS dan Iran tidak mencapai kesepakatan.

Ghalibaf sendiri merupakan salah satu negosiator utama Teheran dalam serangkaian pembicaraan dengan Washington. Ia juga menjabat sebagai utusan khusus Iran untuk urusan China.

Sejak AS di bawah Trump menarik diri dari kesepakatan terkait program nuklir Iran dan menjatuhkan sanksi besar-besaran pada 2018, China menjadi mitra dagang terbesar Iran. Pertukaran ekonomi kedua negara, termasuk impor minyak dan produk petroleum dalam jumlah besar, terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir.

Perkembangan itu berlangsung meskipun tekanan sanksi AS terhadap mitra dagang Iran semakin meningkat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0