Ceferin Tolak Tantang Infantino di Pemilihan FIFA, Peringatkan Opsi Mundur atau Hadapi Penantang

Presiden UEFA Aleksander Ceferin menegaskan tidak akan mencalonkan diri sebagai Presiden FIFA menggantikan Gianni Infantino. Namun ia memperingatkan Infantino harus mundur atau siap menghadapi penantang pada pemilihan Maret mendatang, di tengah kontroversi rencana investasi swasta dan melemahnya dukungan dari sejumlah asosiasi Eropa.

Oct 2, 2026 - 04:02
Oct 2, 2026 - 04:02
 0
Ceferin Tolak Tantang Infantino di Pemilihan FIFA, Peringatkan Opsi Mundur atau Hadapi Penantang
Ceferin Tolak Tantang Infantino di Pemilihan FIFA, Peringatkan Opsi Mundur atau Hadapi Penantang

Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, memastikan dirinya tidak akan ikut bertarung dalam pemilihan Presiden FIFA untuk menggantikan Gianni Infantino. Meski demikian, ia memberikan sinyal tegas bahwa posisi Infantino saat ini tidak lagi aman dan sang petahana harus segera menentukan sikap.

Menurut Ceferin, Infantino menghadapi dua kemungkinan. Pertama, menyadari bahwa dukungan terhadap dirinya sudah menipis. Kedua, tetap maju dalam pemilihan pada Maret mendatang dan bersiap berhadapan dengan kandidat penantang.

"Pilihan kedua adalah dia maju dalam pemilihan pada Maret, tetapi dalam kasus itu, saya pikir dia akan memiliki kandidat yang menentangnya," ujar Ceferin seperti dikutip ESPN dari siniar The Rest is Politics.

Ceferin sendiri menegaskan tidak tertarik menduduki kursi Presiden FIFA. Pria berusia 58 tahun itu mengaku lebih memilih tetap fokus memimpin UEFA. "Saya tidak tertarik karena dua alasan. Salah satunya karena saya mencintai UEFA dan senang bekerja di sini," katanya.

Tekanan terhadap Infantino mencuat setelah langkahnya mencari investasi swasta untuk mengelola sejumlah turnamen FIFA, termasuk Piala Dunia putra dan putri, menuai kontroversi. Situasi ini bahkan membuat tiga konfederasi sepak bola, yakni UEFA, Concacaf, dan AFC, dilaporkan tengah mempertimbangkan mosi tidak percaya terhadap Infantino.

Dukungan di kawasan Eropa pun dikabarkan kian melemah. Inggris, Skotlandia, Wales, Irlandia Utara, dan Republik Irlandia termasuk pihak yang dilaporkan telah menarik dukungan mereka terhadap mantan Sekretaris Jenderal UEFA tersebut.

Ceferin juga membantah anggapan bahwa UEFA menentang FIFA demi kepentingan federasi dan klub-klub besar Eropa. Ia mengingatkan bahwa Infantino sendiri merupakan orang Eropa dan pernah mendapat dukungan UEFA saat terpilih sebagai Presiden FIFA pada 2016.

Hingga kini, Ceferin mengaku belum mengetahui siapa sosok yang akan menjadi penantang Infantino jika presiden FIFA itu kembali mencalonkan diri. Ia juga menyatakan belum berbicara dengan Infantino sejak kontroversi rencana investasi tersebut mencuat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0