Cagar Budaya Bawah Laut Maluku Utara Diungkap: Warisan Maritim dan Potensi Wisata Budaya Baru

Cagar budaya bawah laut Maluku Utara ungkap jejak maritim Nusantara. Potensi besar bagi pelestarian sejarah dan wisata budaya edukatif.

Jul 31, 2025 - 00:41
 0
Cagar Budaya Bawah Laut Maluku Utara Diungkap: Warisan Maritim dan Potensi Wisata Budaya Baru
Tangkapan layar Dialog Bacarita Pagi bersama Balai Pelestarian Budaya Maluku Utara

TERNATE – Perairan Maluku Utara ternyata menyimpan warisan budaya luar biasa yang selama ini tersembunyi di bawah laut. Dari reruntuhan kapal dagang kolonial hingga artefak keramik dan senjata tradisional, kawasan ini menyimpan potensi besar sebagai pusat pelestarian budaya maritim dan destinasi wisata edukatif.

Dalam dialog Program Bacarita Pagi Jumat (25/07/2025), Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XXI, Winarto, S.S., mengungkapkan bahwa Maluku Utara merupakan titik penting dalam sejarah jalur rempah Nusantara. Temuan-temuan bawah laut menjadi bukti nyata dari intensitas aktivitas pelayaran dan perdagangan di masa lalu.

“Potensi ini sangat bernilai, tidak hanya untuk kajian sejarah tetapi juga pengembangan ekowisata budaya yang berkelanjutan,” jelas Winarto.

Senada dengan itu, Ketua Tim Kerja Pengaman dan Penyelamatan Cagar Budaya dan Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK), Irwansyah, S.S., M.H., menyebut pihaknya telah mengidentifikasi sejumlah lokasi historis di wilayah pesisir dan perairan Maluku Utara.

“Kami menemukan titik-titik yang diduga menjadi lokasi karamnya kapal kolonial dan kapal dagang dari Asia. Beberapa situs bahkan belum terpetakan secara nasional,” ujarnya. Irwansyah menekankan bahwa potensi ini bukan hanya aset sejarah, melainkan juga sumber identitas dan pembangunan budaya daerah.

Pelibatan masyarakat pesisir menjadi salah satu strategi utama pelestarian. Edukasi dan partisipasi warga dalam pengawasan serta pelaporan temuan bawah laut telah dijalankan untuk mencegah eksploitasi ilegal terhadap benda-benda budaya tersebut.

Ke depan, Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XXI akan menyusun peta potensi dan strategi perlindungan jangka panjang melalui kerja sama lintas sektor. Keterlibatan pemerintah daerah, komunitas penyelam, dan akademisi menjadi kunci keberlanjutan pelestarian.

Selain itu, peluang riset dan pengembangan wisata edukatif berbasis cagar budaya laut juga terus dibuka. Dengan tata kelola yang tepat, Maluku Utara bisa menjelma sebagai destinasi wisata budaya maritim unggulan di Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 1
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0