BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang Kamis Ini, Cek Daftar Wilayahnya
BMKG mengeluarkan peringatan dini hujan sedang hingga lebat dan angin kencang untuk Kamis, 3 September 2026. Aceh, Sumatra Utara, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan berstatus Waspada, sementara sejumlah wilayah lain berpotensi dilanda angin kencang. Tidak ada wilayah berstatus Siaga atau Awas. Fenomena El Nino sangat kuat dan IOD positif masih membatasi suplai uap air.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk periode 2-4 September 2026. Pada Kamis, 3 September 2026, sejumlah wilayah di Indonesia diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang.
Menurut peringatan tersebut, empat provinsi berstatus Waspada karena berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat. Wilayah itu adalah Aceh, Sumatra Utara, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan. BMKG menegaskan tidak ada wilayah yang berstatus Siaga maupun Awas pada hari ini, sehingga tidak ada indikasi hujan sangat lebat hingga ekstrem.
Selain hujan lebat, BMKG juga memperingatkan potensi angin kencang di sejumlah daerah. Wilayah yang perlu mewaspadai angin kencang meliputi Banten, Jawa Barat, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat Daya, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara.
Dalam prakiraan Potensi Hujan Indonesia Sepekan ke Depan Periode 1-6 September 2026, BMKG menjelaskan bahwa curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia masih berada pada kategori rendah hingga menengah. Kondisi ini terjadi pada dasarian III Agustus hingga dasarian II September 2026, terutama di Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian besar Kalimantan dan Sulawesi, Maluku, serta sebagian Papua.
BMKG menyebut pola tersebut sejalan dengan masih kuatnya pengaruh El Nino kategori sangat kuat dan IOD positif. Kedua fenomena itu secara umum membatasi suplai uap air dan mendukung bertahannya kondisi relatif kering di berbagai wilayah Indonesia.
Meski demikian, peluang pertumbuhan awan dengan kategori sedang hingga tinggi masih dapat dijumpai di beberapa wilayah, terutama sebagian Sumatra bagian utara, Sulawesi bagian barat, hingga Papua bagian utara. MJO secara spasial diprakirakan aktif di sejumlah perairan, sementara Gelombang Rossby Ekuatorial diprakirakan aktif di pesisir timur Papua Selatan.
Dukungan terhadap pembentukan awan hujan juga berasal dari pembentukan daerah konvergensi dan konfluensi di sekitar Laut Andaman, Selat Malaka bagian utara, Laut Natuna Utara, Selat Makassar, Papua, hingga Samudra Pasifik di sekitar Papua. Kombinasi dinamika tersebut masih dapat memicu pengumpulan dan pengangkatan massa udara sehingga hujan lokal dengan intensitas bervariasi berpeluang terjadi di sebagian Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.
BMKG memperkirakan hujan cenderung bersifat sporadis dan berdurasi relatif singkat di tengah dominasi kondisi kering yang masih berlangsung. Masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak diimbau tetap waspada terhadap perubahan cuaca mendadak.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0