Banjir Nepal Bikin Warga Nekat Berenang di Lautan Sampah Demi Tabung Gas, 1.384 Orang Masih Hilang

Banjir dan longsor menerjang wilayah kaki Gunung Himalaya pada Rabu (26/8). Video viral memperlihatkan warga Nepal berenang di tengah lautan sampah demi mengambil tabung gas yang terseret arus. Badan Bencana Nepal melaporkan 826 orang belum bisa dihubungi, sementara total orang hilang di Nepal dan Tibet mencapai 1.384 jiwa dengan 165 korban tewas.

Oct 2, 2026 - 00:03
Oct 2, 2026 - 00:03
 0
Banjir Nepal Bikin Warga Nekat Berenang di Lautan Sampah Demi Tabung Gas, 1.384 Orang Masih Hilang
Banjir Nepal Bikin Warga Nekat Berenang di Lautan Sampah Demi Tabung Gas, 1.384 Orang Masih Hilang

Bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Nepal pada Rabu (26/8) menyisakan pemandangan memilukan. Sejumlah warga korban banjir terpaksa berenang di tengah lautan sampah untuk mengambil tabung gas yang terseret derasnya arus banjir. Dalam video yang beredar, beberapa orang terlihat berjuang di air setinggi sekitar 150 sentimeter demi meraih tabung berwarna oranye tersebut.

"Air naik! Air naik!" teriak mereka saat berusaha mencapai tabung gas itu. Setelah berhasil mendapatkannya, mereka segera kembali ke tepian, tempat sejumlah warga lain tampak menunggu dan memantau situasi yang makin mencekam.

Banjir dan longsor menerjang kawasan di kaki Gunung Himalaya pada hari yang sama. Rekaman yang beredar di media sosial memperlihatkan banjir bandang menghantam gedung-gedung, rumah, jalan, hingga proyek pembangunan. Banyak rumah dan kendaraan yang terendam akibat longsor yang menyertai banjir tersebut.

Badan Bencana Nepal melaporkan hingga Kamis, lebih dari 24 jam setelah bencana, sebanyak 826 orang belum bisa dihubungi. Dari jumlah itu, sekitar 600 di antaranya merupakan turis asing, sebagaimana dikutip dari The Guardian. Di antara mereka yang belum ditemukan terdapat 177 warga India, 63 warga Amerika Serikat, 34 warga Australia, 33 warga Inggris, dan 25 warga Kanada.

Sementara itu, pemerintah China mencatat 558 orang hilang di sisi perbatasan Tibet. Dari angka tersebut, 260 di antaranya adalah warga asing. Jika diakumulasikan dengan data dari pihak berwenang Nepal, total orang yang dilaporkan hilang mencapai 1.384 jiwa.

Hingga kini belum dapat dipastikan apakah jumlah orang hilang dari kedua pihak tersebut terpisah atau ada yang dihitung dua kali. Selain itu, jumlah korban tewas akibat bencana ini tercatat sebanyak 165 orang.

Bencana ini menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir di kawasan Himalaya, dengan dampak yang tidak hanya dirasakan warga lokal, tetapi juga sejumlah wisatawan asing yang tengah berada di wilayah tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0