Banjir Bandang Hantam Nepal dan Tibet, 165 Tewas dan 1.384 Orang Masih Hilang

Banjir bandang dan longsor menerjang kawasan Nepal serta perbatasan Tibet, China, pada Rabu (26/8). Sedikitnya 165 orang tewas dan total 1.384 orang dilaporkan hilang, termasuk ratusan turis asing. Otoritas Nepal dan China masih melakukan pencarian meski terkendala bangunan yang terendam lumpur.

Sep 30, 2026 - 16:03
Sep 30, 2026 - 16:03
 0
Banjir Bandang Hantam Nepal dan Tibet, 165 Tewas dan 1.384 Orang Masih Hilang
Banjir Bandang Hantam Nepal dan Tibet, 165 Tewas dan 1.384 Orang Masih Hilang

Bencana banjir bandang dan tanah longsor menerjang kawasan Nepal serta wilayah perbatasan Tibet di China pada Rabu (26/8). Hingga Kamis, otoritas setempat mencatat 165 orang meninggal dunia akibat peristiwa tersebut.

Selain korban tewas, sebanyak 1.384 orang dilaporkan masih hilang. Angka itu merupakan akumulasi dari data yang dirilis pemerintah Nepal dan China, mencakup warga lokal maupun turis asing yang berada di kawasan terdampak.

Badan Bencana Nepal menyebut 826 orang belum bisa dihubungi lebih dari 24 jam setelah bencana. Dari jumlah tersebut, sekitar 600 di antaranya merupakan turis asing, sebagaimana dilaporkan The Guardian.

Sejumlah negara tercatat kehilangan warganya dalam peristiwa ini. Di antaranya 177 warga India, 63 warga Amerika Serikat, 34 warga Australia, 33 warga Inggris, dan 25 warga Kanada yang hingga kini belum ditemukan.

Dari sisi China, pemerintah melaporkan 558 orang hilang di wilayah perbatasan Tibet. Sebanyak 260 di antaranya adalah warga asing. Hingga saat ini belum dapat dipastikan apakah data orang hilang dari kedua pihak saling tumpang tindih atau dihitung terpisah.

Banjir dan longsor menghantam kawasan di kaki Gunung Himalaya. Rekaman yang beredar di media sosial memperlihatkan banjir bandang menerjang bangunan, rumah, jalan, serta proyek pembangunan, dengan banyak kendaraan dan rumah terendam material longsor.

Upaya pencarian korban masih berlangsung, namun terkendala karena banyak bangunan yang tertimbun lumpur. Otoritas penanggulangan bencana nasional Nepal menyatakan studi awal citra satelit Planet Labs menunjukkan longsor es dan batuan memicu banjir yang membawa puing di Sungai Lhende, sekitar 20 kilometer timur laut perbatasan Nepal-China di Rasuwagadhi.

Para ahli menilai risiko bencana di kawasan itu semakin parah akibat topografi ekstrem Pegunungan Himalaya. Kondisi tersebut membuat proses evakuasi dan pencarian korban menjadi semakin sulit dilakukan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0