AS Masukkan Palestine Action ke Daftar Teroris, Ini Alasan dan Dampaknya
Amerika Serikat resmi memasukkan organisasi non-profit asal Inggris, Palestine Action, ke dalam daftar kelompok teroris. Langkah ini diumumkan Kementerian Keuangan AS melalui OFAC bersama dua entitas lain, Autistic Inventati dan Masar Badil, sebagai bagian dari strategi kontraterorisme 2026 dan kampanye Presiden Donald Trump melawan gerakan sayap kiri.
Pemerintah Amerika Serikat secara resmi menambahkan Palestine Action, sebuah organisasi non-profit yang berbasis di Inggris, ke dalam daftar kelompok teroris. Kebijakan ini diambil di tengah kampanye Presiden Donald Trump yang gencar melawan gerakan sayap kiri di negaranya.
Langkah tersebut diumumkan oleh Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC) di bawah Kementerian Keuangan AS. Selain Palestine Action, ada dua entitas lain yang turut masuk daftar yang sama, yakni Autistic Inventati dan Masar Badil.
Menurut keterangan Kementerian Keuangan AS, Autistic Inventati merupakan entitas di Italia yang memasok arsitektur digital, alat, serta layanan khusus untuk sel-sel Antifa dan kelompok ekstremis sayap kiri lainnya. Sementara itu, Masar Badil disebut sebagai kelompok transnasional yang beroperasi sebagai kedok bagi Front Populer untuk Pembebasan Palestina.
Adapun Palestine Action digambarkan sebagai organisasi yang berbasis di Inggris dan telah lebih dulu dimasukkan ke daftar kelompok teroris oleh pemerintah Inggris pada Juli 2025. Padahal, kelompok ini baru didirikan pada Juli 2020 dengan fokus kampanye menolak keterlibatan global dalam pendudukan Israel hingga operasi militer mereka di Palestina.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan bahwa kelompok ekstremis sayap kiri beserta para pendukungnya harus waspada. Ia menyatakan pihaknya akan mengerahkan seluruh kekuatan instrumen ekonomi yang dimiliki Amerika Serikat.
"Terorisme politik tak punya tempat di masyarakat kita, dan kami akan memutus jalur keuangan kelompok ini sampai mereka dilenyapkan," ujar Bessent.
Tindakan ini diambil berdasarkan strategi kontraterorisme AS 2026 yang mengidentifikasi keberadaan kelompok teroris sayap kiri ekstrem yang melakukan kekerasan. Kementerian Keuangan AS menyebut pemerintah menargetkan tiga kelompok tersebut beserta para pemimpinnya sebagai upaya melindungi warga dari risiko yang ditimbulkan oleh kelompok sayap kiri ekstrem.
Langkah ini juga terjadi di tengah upaya Trump memberantas gerakan kiri di Amerika Serikat. Pada periode kedua pemerintahannya, politikus Partai Republik itu semakin menunjukkan upaya mengonsolidasikan basis pendukung konservatif sekaligus menekan lawan-lawan politiknya.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0