AS Kembali Serang Iran: Target Serupa dan Alasan di Baliknya

AS kembali melancarkan serangan ke Iran pada Kamis (30/7) dini hari setelah jeda lima hari. Serangan ini menyusul ledakan tanker Energos Winter di Pelabuhan Damietta, Mesir. Mantan pejabat Pentagon David Des Roches menilai target serangan masih serupa dengan sebelumnya, dan AS mungkin berusaha menjaga proporsionalitas serta membuka ruang diplomasi. Serangan dilaporkan terjadi di Pulau Qeshm, Bushehr, dan Abadan.

Aug 13, 2026 - 00:56
Aug 13, 2026 - 00:56
 0
AS Kembali Serang Iran: Target Serupa dan Alasan di Baliknya
AS Kembali Serang Iran: Target Serupa dan Alasan di Baliknya

Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap Iran pada Kamis (30/7) dini hari, setelah sebelumnya mengumumkan penghentian sementara selama lima hari. Serangan ini terjadi setelah sebuah tanker bernama Energos Winter meledak akibat terkena serangan proyektil drone di Pelabuhan Damietta, Mesir.

Mantan pejabat Pentagon, David Des Roches, menyatakan bahwa serangan terbaru AS menargetkan sasaran yang serupa dengan serangan-serangan sebelumnya pada bulan ini. Ia mengaku sempat memperkirakan akan ada peningkatan intensitas atau perluasan target, namun kenyataannya belum terlihat indikasi tersebut. Menurutnya, serangan ini tidak terlalu dahsyat.

Des Roches mengungkapkan bahwa Presiden AS, Donald Trump, mungkin berusaha menjaga agar serangan tetap proporsional atau tetap membuka peluang untuk diplomasi. Ia menambahkan bahwa AS tidak memiliki strategi yang jelas, melainkan hanya rencana operasional yang masih mentah yang mengandalkan kekuatan udara.

Ia menjelaskan bahwa penggunaan kekuatan udara saja membutuhkan waktu lama, kecuali jika menghadapi negara yang sangat kecil. Dalam kasus seperti ini, serangan biasanya berakhir dengan perluasan target dan berlangsung lebih lama dari perkiraan. Des Roches juga menekankan bahwa fokus militer Trump adalah menghentikan kemampuan Iran untuk mengancam negara-negara tetangganya, berbeda dengan Israel yang menganggap Iran sebagai ancaman eksistensial.

Sebelumnya, militer AS telah menggempur Iran pada Kamis dini hari setelah pangkalan mereka di Yordania dan kapal tanker gas dihantam drone. Media lokal Iran melaporkan tiga ledakan terdengar di Pulau Qeshm, dan warga setempat mengatakan rudal menghantam daerah pemukiman di pulau tersebut.

Ledakan juga terdengar di provinsi Bushehr, yang merupakan lokasi satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir Iran. Sementara itu, wakil menteri keamanan di provinsi Khuzestan menyatakan bahwa pasukan AS menargetkan beberapa lokasi di Abadan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0