Xi Jinping Minta Petugas Kerja Maksimal, 1.384 Orang Masih Hilang Imbas Banjir China-Nepal
Presiden China Xi Jinping menyerukan upaya maksimal penyelamatan korban banjir bandang dan longsor yang menerjang China serta Nepal. Sebanyak 1.384 orang dilaporkan hilang, termasuk ratusan turis asing, sementara 165 orang tewas. Perdana Menteri Li Qiang meminta verifikasi cepat jumlah korban dan koordinasi lintas negara.
Presiden China Xi Jinping angkat bicara menyusul bencana banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah China dan Nepal pada Rabu (26/8). Ia menginstruksikan seluruh petugas untuk bekerja semaksimal mungkin dalam mencari korban yang masih hilang akibat bencana tersebut.
Dalam pernyataannya yang dikutip kantor berita Xinhua, Xi menyerukan evakuasi terhadap warga yang berada dalam risiko serta pemberian perawatan medis tepat waktu kepada korban luka. Menurutnya, langkah itu penting untuk menekan jumlah korban jiwa.
Xi juga menegaskan perlunya memperkuat pemantauan dan peringatan dini, memastikan operasi penyelamatan berjalan lancar, serta mencegah munculnya bencana sekunder. Ia menilai China tengah berada dalam periode kritis pengendalian banjir.
Karena itu, Xi mendesak pemerintah daerah dan departemen terkait bersiap menghadapi skenario terburuk dan situasi ekstrem. Ia meminta langkah pencegahan banjir dan topan diterapkan, sekaligus meningkatkan upaya mengidentifikasi serta mengatasi potensi risiko dan bahaya.
Senada dengan Xi, Perdana Menteri Li Qiang meminta verifikasi segera terkait jumlah orang hilang dan terdampak. Ia juga menuntut upaya penyelamatan dan bantuan dilakukan secara menyeluruh.
Li turut meminta Kementerian Luar Negeri memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan negara-negara terkait. Menurutnya, informasi harus segera dibagikan dan kerja sama dibangun agar penanganan penyelamatan serta bantuan berjalan tepat.
Bencana ini menerjang kawasan di kaki Gunung Himalaya. Video yang beredar di media sosial memperlihatkan banjir bandang menghantam gedung, rumah, jalan, dan proyek pembangunan, dengan banyak rumah serta kendaraan terendam longsor.
Badan Bencana Nepal melaporkan 826 orang belum bisa dihubungi hingga Kamis, lebih dari 24 jam setelah bencana. Dari jumlah itu, 600 di antaranya merupakan turis asing, mencakup 177 warga India, 63 warga Amerika Serikat, 34 Australia, 33 Inggris, dan 25 Kanada.
Sementara pemerintah China menyebut 558 orang hilang di sisi perbatasan Tibet, dengan 260 di antaranya warga asing. Jika angka dari otoritas Nepal dan China diakumulasikan, total orang hilang mencapai 1.384. Belum dapat dipastikan apakah jumlah tersebut terpisah atau ada yang dihitung dua kali. Adapun korban tewas akibat bencana ini tercatat 165 orang.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0