Subsidi Energi 2027 Tembus Rp272,95 Triliun, Pemerintah Siapkan Anggaran Jumbo untuk BBM dan Listrik
Pemerintah mengalokasikan subsidi energi sebesar Rp272,95 triliun dalam RAPBN 2027 untuk menjaga harga BBM dan listrik. Anggaran ini naik dari Rp210,1 triliun pada APBN 2026 dan menjadi bagian dari belanja perlindungan sosial yang totalnya Rp549,9 triliun. Realisasi subsidi dan kompensasi energi semester I-2026 sudah mencapai Rp233 triliun.
Pemerintah menyiapkan anggaran subsidi energi yang sangat besar untuk tahun 2027, mencapai Rp272,95 triliun. Dana tersebut dialokasikan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 untuk menjaga harga bahan bakar minyak (BBM) dan listrik tetap terjangkau bagi masyarakat.
Anggaran subsidi energi ini merupakan bagian dari belanja perlindungan sosial yang totalnya ditetapkan sebesar Rp549,9 triliun. Demikian disampaikan oleh Purbaya dalam konferensi pers di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) pada Jumat, 14 Agustus 2026.
"Subsidi energi tahun depan itu mencapai Rp272,95 triliun," ujar Purbaya dalam kesempatan tersebut. Jumlah ini mengalami kenaikan signifikan dibandingkan pagu subsidi energi pada APBN 2026 yang sebesar Rp210,1 triliun.
Meski demikian, angka tersebut belum termasuk kompensasi yang mungkin diberikan apabila terjadi gejolak harga energi di pasar. Artinya, potensi tambahan anggaran masih bisa muncul di luar pagu yang telah ditetapkan.
Sementara itu, realisasi anggaran subsidi dan kompensasi energi pada semester I-2026 telah mencapai Rp233 triliun, atau sekitar 52,1 persen dari total pagu anggaran untuk satu tahun penuh. Angka ini menunjukkan penyerapan anggaran yang cukup besar di tengah tahun berjalan.
Realisasi tersebut terdiri dari subsidi energi murni sebesar Rp116 triliun dan beban kompensasi energi senilai Rp116,9 triliun. Dengan demikian, pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas harga energi nasional melalui instrumen fiskal.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0