Raja Norwegia Harald V Tutup Usia di 89 Tahun Setelah Dirawat Kritis di Rumah Sakit

Raja Norwegia Harald V meninggal dunia pada Jumat (28/8) di usia 89 tahun setelah sempat dirawat dalam kondisi kritis akibat anemia hemolitik. Istana Kerajaan Norwegia mengumumkan sang raja menghembuskan napas terakhir di Oslo University Hospital. Putra Mahkota Haakon sempat bertindak sebagai wali raja selama Harald dirawat.

Oct 2, 2026 - 12:02
Oct 2, 2026 - 12:02
 0
Raja Norwegia Harald V Tutup Usia di 89 Tahun Setelah Dirawat Kritis di Rumah Sakit
Raja Norwegia Harald V Tutup Usia di 89 Tahun Setelah Dirawat Kritis di Rumah Sakit

Kabar duka datang dari Norwegia. Raja Harald V meninggal dunia pada Jumat (28/8) dalam usia 89 tahun, tak lama setelah pihak istana mengumumkan bahwa kondisinya berada dalam keadaan kritis di rumah sakit.

Pengumuman itu disampaikan langsung oleh Istana Kerajaan Norwegia melalui pernyataan tertulis. Dalam pernyataan tersebut, istana menyebut sang raja menghembuskan napas terakhir dengan tenang di Oslo University Hospital pada pukul 06.35 pagi waktu setempat.

"Dengan penuh rasa duka cita mengumumkan bahwa Yang Mulia Raja Harald telah meninggal dunia hari ini. Raja Harald menghembuskan napas terakhir secara damai di Oslo University Hospital pada Jumat, 28 Agustus, pada 06.35 pagi," bunyi pernyataan istana kerajaan, seperti dikutip AFP.

Kepergian Harald terjadi hanya sehari setelah Istana Kerajaan Norwegia mengabarkan bahwa raja berada dalam kondisi kritis. Saat itu, Harald telah menjalani perawatan intensif di rumah sakit selama sepuluh hari terakhir, tepatnya sejak Kamis (27/8) kondisi kesehatannya dilaporkan sangat serius.

Menurut keterangan istana, kondisi kritis Harald dipicu oleh gangguan kurang darah akut atau anemia hemolitik. Penyakit ini terjadi ketika sel darah merah hancur atau pecah lebih cepat daripada kemampuan sumsum tulang untuk memproduksinya kembali, sehingga tubuh kekurangan sel darah merah sehat yang berfungsi membawa oksigen.

Sel darah merah normalnya mampu bertahan sekitar 120 hari. Namun pada kondisi anemia hemolitik, sel-sel tersebut hancur lebih cepat dari seharusnya. Harald sendiri dirawat setelah mengalami penumpukan cairan yang berkaitan dengan pengobatan kortison, di samping sejumlah masalah kesehatan lain yang menimpanya dalam beberapa tahun terakhir, termasuk pemasangan alat pacu jantung.

Di tengah kondisi kesehatannya yang menurun, Harald sebenarnya telah mengurangi tugas-tugas resminya sebagai raja. Meski demikian, ia berulang kali menolak untuk turun takhta. Selama Harald dirawat di rumah sakit, Putra Mahkota Haakon menjalankan peran sebagai wali raja.

Situasi ini juga membuat Ratu Sonja dan Putra Mahkota Haakon membatalkan seluruh agenda kerajaan. Keduanya dilaporkan berada di sisi Raja Harald selama masa perawatan hingga akhir hayatnya.

Dampak dari kondisi kesehatan Harald turut dirasakan oleh pemerintahan Norwegia. Perdana Menteri Jonas Gahr Store membatalkan perjalanannya ke Jerman pada Kamis (27/8) karena memburuknya kondisi sang raja. Padahal, ia sebelumnya dijadwalkan bertemu dengan mitranya, Kanselir Friedrich Merz, dalam kunjungan tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0