Pria di Denmark Kaget Temukan 18,5 Kg Perak Zaman Viking Saat Bangun Teras Rumah
Seorang pemilik rumah di Rebild Kommune, Denmark, menemukan timbunan perak Zaman Viking seberat lebih dari 18,5 kilogram saat membangun teras. Temuan berisi sekitar 700 benda perak, termasuk palu Thor dan koin Islam, ini disebut sebagai timbunan perak Viking terbesar yang pernah ditemukan di Denmark dan kini diteliti lebih lanjut oleh Museum Nasional Denmark.
Seorang pria di Denmark tidak menyangka pekerjaan renovasi rumahnya berujung pada penemuan bersejarah. Saat sedang membangun teras di halaman belakang rumahnya di wilayah Rebild Kommune, ia secara tidak sengaja menemukan timbunan perak berusia sekitar 1.100 tahun yang kemudian diidentifikasi sebagai harta karun Zaman Viking.
Timbunan tersebut memiliki berat lebih dari 18,5 kilogram dan berisi sekitar 700 benda perak. Berbagai bentuk artefak ditemukan di dalamnya, mulai dari batangan, perhiasan, koin, hingga palu Thor kecil yang berkaitan dengan kepercayaan pada dewa-dewa Nordik. Sekitar 320 benda di antaranya tersimpan di dalam wadah tanah liat, sementara sisanya tersebar di sekitar lokasi penemuan.
Penemuan ini disebut hampir tiga kali lebih besar daripada temuan perak Zaman Viking terbesar yang pernah ada di Denmark sebelumnya. Salah satu batangan perak bahkan diukir dengan rune, sistem tulisan masyarakat Skandinavia pada Zaman Viking, dengan tulisan "hutu" yang diperkirakan merupakan nama atau tanda pemiliknya.
Pemilik rumah mengaku menemukan timbunan itu secara tidak sengaja ketika membersihkan rumput, batu, dan kerikil untuk memasang ubin di teras. "Ternyata itu adalah kejutan terbesar dalam hidup saya," ujarnya, dikutip dari Live Science, Rabu (2/9).
Di antara koin-koin yang ditemukan, terdapat dua penny perak Anglo-Saxon yang dicetak pada masa pemerintahan Raja Edward (899-924 Masehi). Hal ini menunjukkan kemungkinan timbunan tersebut berasal dari sekitar abad ke-10. Selain itu, ditemukan pula koin-koin dari peradaban Islam.
Torben Sarauw, manajer warisan budaya Museum Jutlanda Utara, menilai temuan ini memperkuat dugaan adanya hubungan antara Denmark pada Zaman Viking dengan wilayah Eropa serta wilayah-wilayah timur. Sebelumnya, telah banyak bukti yang mengungkap hubungan dunia Islam dengan bangsa Skandinavia selama Zaman Viking, termasuk penemuan koin Viking yang terbuat dari koin Islam yang dilebur.
Menurut Sarauw, temuan ini membuka wawasan tentang praktik ekonomi serta cara orang-orang di Denmark pada Zaman Viking menyimpan, mengatur, dan menyembunyikan kekayaan mereka. "Harta karun itu tidak hanya terdiri dari benda-benda indah. Sebagian besar di antaranya merupakan bagian dari sistem nilai tukar berdasarkan berat," kata Sarauw.
Semua batangan perak, beberapa gelang, serta pecahan perak yang ditemukan dapat dikelompokkan berdasarkan beratnya. Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa timbunan tersebut merupakan simpanan harta kekayaan. "Harta karun ini dengan jelas menunjukkan bagaimana perak berfungsi sebagai kekayaan dan alat pembayaran di Zaman Viking. Ini seperti menemukan brankas dari Zaman Viking," tambah Sarauw.
Para ahli memperkirakan perak tersebut mungkin ditimbun di dekat pemukiman, di jalan yang kini sudah tidak ada lagi, atau ditempatkan di lokasi yang lebih terpencil dan rahasia. Namun, investigasi lanjutan untuk memastikan alasan penguburan perak sulit dilakukan karena lokasi penemuannya telah berkembang menjadi daerah padat penduduk. Timbunan tersebut kini diserahkan ke Museum Nasional Denmark untuk penelitian lebih lanjut.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0