Perundingan Dagang Gagal, Trump Ancam Beri Kanada Pelajaran dan Pukul Tarif 50 Persen

Perundingan dagang Amerika Serikat dan Kanada gagal mencapai kesepakatan. Trump menjatuhkan tarif 50 persen atas impor Kanada senilai US$20 miliar, lalu Kanada membalas dengan tarif setara. Trump menegaskan sudah saatnya memberi Kanada pelajaran, sementara tarif 50 persen untuk kendaraan dan suku cadang otomotif Kanada akan berlaku 1 Januari.

Oct 1, 2026 - 00:03
Oct 1, 2026 - 00:03
 0
Perundingan Dagang Gagal, Trump Ancam Beri Kanada Pelajaran dan Pukul Tarif 50 Persen
Perundingan Dagang Gagal, Trump Ancam Beri Kanada Pelajaran dan Pukul Tarif 50 Persen

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan memberi Kanada "pelajaran" setelah perundingan perdagangan kedua negara berakhir tanpa kesepakatan. Pernyataan itu muncul sebagai respons atas langkah balasan Kanada terhadap kebijakan tarif yang dijatuhkan Washington.

Ketegangan ini bermula ketika Trump memberlakukan tarif baru sebesar 50 persen terhadap impor Kanada senilai US$20 miliar pada Sabtu (22/8), setelah perundingan kedua pihak gagal. Kanada kemudian membalas pada Selasa (25/8) dengan mengenakan tarif terhadap impor tahunan dari AS yang nilainya juga sekitar US$20 miliar.

Menurut Trump, kesepakatan yang sempat dimiliki kedua negara sebenarnya cukup baik, tetapi Kanada dinilai tidak memiliki sesuatu yang benar-benar dibutuhkan AS. "Maksud saya, ada beberapa hal yang mungkin sedikit merepotkan, tetapi kita bisa mendapatkannya dari tempat lain. Dan sudah saatnya memberi pelajaran kepada Kanada bahwa mereka tidak bisa lagi melakukan hal ini," ujar Trump, dikutip dari Reuters, Kamis (27/8).

Trump juga mengumumkan tarif 50 persen untuk kendaraan dan suku cadang otomotif Kanada yang akan mulai berlaku pada 1 Januari. Kanada menyebut penolakan AS untuk memberikan keringanan tarif bagi kendaraan berukuran sedang dan berat menjadi salah satu penyebab kegagalan tercapainya kesepakatan.

Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer menyatakan saat ini tidak ada jalur komunikasi terbuka dengan pihak Kanada. Ia memastikan pemerintah AS tidak akan tinggal diam menghadapi tindakan Kanada. "Jika ada tindakan balasan lebih lanjut dari pihak Kanada, tentu saja kami tidak akan tinggal diam dan menerimanya begitu saja. Kami memiliki kebijakan perdagangan sendiri dan akan melanjutkannya dengan cara terbaik bagi AS," kata Greer.

Sementara itu, Penasihat Gedung Putih Peter Navarro memprediksi kesepakatan antara Kanada dan AS akan lebih buruk daripada tawaran yang diajukan pekan lalu. Menurutnya, hasil akhir tidak akan menguntungkan Kanada, dan kesepakatan yang sempat diperoleh Kanada lalu ditolak tidak akan pernah didapat lagi.

Dengan tidak adanya jalur komunikasi yang terbuka dan tarif tambahan untuk sektor otomotif yang sudah diumumkan, hubungan dagang kedua negara berada dalam situasi yang semakin tidak pasti menjelang berlakunya kebijakan tarif pada 1 Januari mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0