NASA Luncurkan Teleskop Roman, Bidik Materi Gelap hingga Planet di Luar Tata Surya

NASA meluncurkan Teleskop Luar Angkasa Nancy Grace Roman pada Minggu (30/8) dari Kennedy Space Center, Florida, menggunakan roket SpaceX Falcon Heavy. Teleskop ini akan menyelidiki materi gelap, energi gelap, dan eksoplanet dengan bidang pandang luas serta penglihatan inframerah tajam, disebut mampu mensurvei alam semesta seribu kali lebih cepat dari Hubble.

Sep 30, 2026 - 20:02
Sep 30, 2026 - 20:02
 0
NASA Luncurkan Teleskop Roman, Bidik Materi Gelap hingga Planet di Luar Tata Surya
NASA Luncurkan Teleskop Roman, Bidik Materi Gelap hingga Planet di Luar Tata Surya

NASA resmi meluncurkan Teleskop Luar Angkasa Nancy Grace Roman pada Minggu (30/8) dari Kompleks Peluncuran 39A, Pusat Luar Angkasa Kennedy, Florida, Amerika Serikat. Roket SpaceX Falcon Heavy membawa observatorium canggih itu ke antariksa untuk menjalankan misi menyelidiki sejarah kosmik, termasuk mengungkap misteri materi gelap, energi gelap, dan eksoplanet.

Menurut situs NASA, proses peluncuran berjalan sesuai rencana. Tim pengendali darat di Pusat Penerbangan Antariksa Goddard NASA di Greenbelt sudah menerima data telemetri dari Roman hanya tujuh menit setelah lepas landas. Selama fase awal peluncuran dan orbit, Roman memanfaatkan stasiun bumi serta satelit relai Near Space Network untuk bertukar data pelacakan, telemetri, dan perintah dengan pengendali di darat.

Sekitar 70 menit setelah peluncuran, komunikasi beralih ke Deep Space Network yang memandu Roman menuju titik Lagrange kedua Matahari-Bumi atau L2, sekitar 1,6 juta kilometer dari Bumi. Koneksi ke jaringan Deep Space Network di Australia, Spanyol, dan California dilakukan secara bertahap guna memastikan kontak terus terjaga sepanjang perjalanan. Pemasangan panel surya observatorium dan pelindung Matahari bagian bawah instrumen juga terkonfirmasi 1 jam 23 menit setelah peluncuran, sementara antena high-gain dan penutup apertur akan siap dalam beberapa hari ke depan.

Nicky Fox, administrator asosiasi untuk Direktorat Misi Sains di Markas Besar NASA, menyatakan Roman akan menjawab pertanyaan terdalam umat manusia tentang sejarah kosmik. "Dengan bidang pandang yang luas dan kecepatan survei yang cepat, Roman akan mengantarkan kita ke era penemuan baru dan membuat yang tak terlihat menjadi terlihat, meletakkan dasar bagi pencarian umat manusia akan kehidupan di luar tata surya kita," ujar Fox.

Teleskop Roman dirancang menggabungkan bidang pandang luas dengan penglihatan inframerah tajam, sehingga mampu mensurvei alam semesta seribu kali lebih cepat dibanding Teleskop Luar Angkasa Hubble milik NASA. Instrumen koronograf yang berfungsi menghalangi cahaya silau akan diaktifkan setelah tim darat memulai koreksi jalur. Koronograf ini membuka peluang misi masa depan, seperti konsep Observatorium Dunia Layak Huni NASA, untuk memotret planet mirip Bumi dalam pencarian kehidupan di alam semesta.

Sementara itu, instrumen utama Wide Field Instrument baru akan diaktifkan beberapa minggu setelah peluncuran. Kamera inframerah 300 megapiksel itu dilengkapi 18 detektor 4K yang akan menghasilkan panorama kosmik jernih. NASA memperkirakan gambar pertama Roman dirilis pada awal 2027 setelah rangkaian uji coba dan kalibrasi. Teleskop ini akan mengirimkan 1,4 terabyte data setiap hari, laju data tertinggi dari semua misi astrofisika NASA hingga saat ini.

Ilmuwan proyek senior Roman di NASA Goddard, Julie McEnery, menyebut ini akan menjadi pertama kalinya alam semesta dapat dilihat dengan kualitas tersebut. "Tidak ada yang tahu apa lagi yang akan kita ketahui dan lihat pada waktu yang sama tahun depan," kata McEnery.

Roman merupakan misi keempat yang diluncurkan NASA menggunakan roket Falcon Heavy. Awal tahun ini, Program Layanan Peluncuran NASA bekerja sama dengan SpaceX mempercepat tanggal peluncuran untuk mengakomodasi penyelesaian awal teleskop tersebut. Teleskop ini dikelola di NASA Goddard dengan partisipasi Jet Propulsion Laboratory NASA di California Selatan, Caltech/IPAC di Pasadena, Space Telescope Science Institute di Baltimore, serta tim ilmuwan dari berbagai lembaga penelitian.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0