Musyawarah Adat Tobungku Usai, Wabup Morowali Iriane Iliyas Titip Pesan Penting untuk Kepengurusan Baru
Musyawarah Adat II Dewan Adat Tobungku resmi ditutup setelah empat hari digelar di Hotel Grand Safanah, Morowali. Wakil Bupati Iriane Iliyas mengapresiasi jajaran Pebotoa Adati Tobungku dan berharap hasil musyawarah memperkuat peran lembaga adat. Musyawarah menetapkan kepengurusan baru untuk lima tahun ke depan.
MOROWALI, Sulawesi Tengah - Musyawarah Adat II Dewan Adat Tobungku resmi berakhir setelah digelar selama empat hari. Penutupan kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Grand Safanah, Rabu (02/09/2026), dan dihadiri langsung Wakil Bupati Morowali, Iriane Iliyas.
Dalam sambutannya, Iriane menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Pebotoa Adati Tobungku yang telah menyukseskan pelaksanaan musyawarah daerah tersebut. Menurutnya, penyelenggaraan musyawarah ini berjalan dengan baik.
Iriane berharap hasil Musyawarah Adat II tidak sekadar menjadi keputusan organisasi semata. Ia menilai momen ini penting untuk memperkuat konsolidasi sekaligus memperkokoh peran lembaga adat dalam kehidupan masyarakat Morowali.
Wakil Bupati menegaskan bahwa keberadaan lembaga adat memiliki posisi strategis dalam menjaga nilai-nilai budaya dan sejarah yang menjadi identitas masyarakat. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Morowali memandang lembaga dan komunitas adat sebagai mitra penting dalam merawat nilai budaya, memperkuat persatuan, serta membangun karakter generasi muda.
"Semoga kepengurusan yang mendapat amanah nantinya mampu membawa Pebotoa Adati Tobungku semakin maju, solid, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta pembangunan Kabupaten Morowali," harap Iriane.
Sementara itu, Ketua Dewan Adat Tobungku mengungkapkan bahwa musyawarah selama empat hari tersebut membahas berbagai aspek kehidupan masyarakat. Pembahasan difokuskan pada sejarah, budaya, dan langkah pelestarian adat Tobungku agar tetap terjaga di tengah perubahan sosial yang terus berkembang.
Dalam forum itu, telah ditetapkan kepengurusan baru yang akan mengemban amanah selama lima tahun ke depan. Kepengurusan tersebut diharapkan dapat bekerja secara solid dan membangun sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Morowali dalam menjaga serta melestarikan adat dan budaya Tobungku.
Ketua Panitia Musyawarah Adat II, Arisandi, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan telah menghasilkan sejumlah keputusan yang diharapkan menjadi pijakan dalam memajukan adat dan sejarah Tobungku ke depan. Ia berharap seluruh hasil musyawarah dapat dijalankan bersama oleh kepengurusan baru dengan tetap mengedepankan semangat persatuan dan kebersamaan.
Kegiatan penutupan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Morowali, Yusman Mahbub, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Morowali, pengurus Dewan Adat Tobungku, serta tamu undangan lainnya. Dengan berakhirnya Musyawarah Adat II, diharapkan Dewan Adat Tobungku semakin solid menjalankan perannya, dan sinergi antara pemerintah dan lembaga adat terus terbangun demi menjaga warisan sejarah, adat, serta budaya Tobungku agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0