Kualitas Udara Sumbar Memburuk, Padang di Level Berbahaya dan Pasaman-Agam Diminta Waspada Hujan Lebat
Kualitas udara di Sumatera Barat menurun pada 15 September 2026 dengan Kota Padang berada di level berbahaya akibat udara kabur yang membatasi jarak pandang. Warga Pasaman Barat dan Agam diminta waspada hujan sedang hingga lebat, sementara angin kencang di Mentawai, Pesisir Selatan, dan Padang berpotensi menumbangkan pohon.
Kualitas udara di Sumatera Barat pada Selasa, 15 September 2026, berada dalam kondisi memprihatinkan. Sejumlah wilayah dilaporkan masuk kategori buruk hingga tidak sehat, dan Kota Padang bahkan mencapai level berbahaya. Udara kabur yang menyelimuti wilayah itu membuat jarak pandang terbatas, sehingga langit yang tampak mendung bukan karena awan hujan, melainkan akibat kabut polusi.
Menurut informasi yang dihimpun, udara kabur mendominasi Sumbar sejak pagi, siang, hingga malam hari. Kondisi ini diduga disebabkan oleh polusi, kebakaran hutan, debu, atau sumber partikel lainnya. Dampaknya, aktivitas warga di sejumlah daerah terganggu karena visibilitas menurun.
Pada siang hari, sejumlah daerah seperti Sawahlunto, Dharmasraya, Solok Selatan, Padang Panjang, Bukittinggi, Pariaman, Payakumbuh, dan Lima Puluh Kota tercatat cerah berawan. Namun, wilayah lain di Sumbar masih diselimuti udara kabur.
Memasuki sore hari, warga di Pasaman Barat, Agam, dan sekitarnya diminta mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat. Sementara Pasaman, Padang Pariaman, dan Kepulauan Mentawai berpotensi dilanda hujan ringan. Kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga malam hari.
Dari sisi suhu, Bukittinggi mencatatkan angka terendah dengan kisaran 16-26 derajat Celcius. Adapun suhu tertinggi terjadi di Lima Puluh Kota dengan kisaran 23-3 derajat Celcius. Kelembapan udara hari itu tergolong rendah, yaitu berkisar antara 39-97 persen.
Kecepatan angin tertinggi mencapai 34 km/jam di Kepulauan Mentawai, disusul Pesisir Selatan 24 km/jam dan Kota Padang 23 km/jam. Masyarakat di wilayah tersebut diimbau waspada terhadap potensi pohon tumbang akibat angin kencang.
Dengan kondisi udara yang memburuk dan cuaca ekstrem yang mengintai, warga Sumbar diharapkan tetap memantau informasi terkini serta menjaga kesehatan, terutama di daerah dengan kualitas udara tidak sehat.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0