Wanita Misterius di Kalideres Kembali Beraksi, Perhiasan Anak Dirampas hingga Korban Dibawa Kabur

Aksi perampasan perhiasan anak oleh wanita misterius di Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, bukan kali pertama terjadi. Insiden terbaru menimpa dua anak kakak beradik yang tidak hanya dirampas kalung emasnya, tetapi juga dibawa kabur pelaku hingga ke lokasi terpencil sebelum diturunkan di tempat terpisah.

Oct 4, 2026 - 00:02
Oct 4, 2026 - 00:02
 0
Wanita Misterius di Kalideres Kembali Beraksi, Perhiasan Anak Dirampas hingga Korban Dibawa Kabur
Wanita Misterius di Kalideres Kembali Beraksi, Perhiasan Anak Dirampas hingga Korban Dibawa Kabur

Aksi kejahatan yang menyasar perhiasan anak-anak di kawasan Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, ternyata sudah berulang kali terjadi. Insiden terbaru yang menimpa dua anak perempuan kakak beradik pada Rabu (30/9) disebut sebagai kasus paling parah dibanding kejadian-kejadian sebelumnya.

Seorang warga bernama Juli (45) mengungkapkan bahwa perampasan perhiasan anak oleh pelaku wanita bukan hal baru di wilayah tersebut. Beberapa bulan lalu, teman les lukis anaknya menjadi korban perampasan anting di dekat RPTRA Alur Flamboyan. Pelaku juga seorang ibu-ibu yang langsung menarik anting korban hingga telinga anak tersebut berdarah.

Insiden serupa juga pernah dialami anak tetangga Juli sekitar satu tahun lalu. Saat itu, korban sedang bermain di depan rumah dan ibunya hanya pergi ke belakang sebentar, namun anting anak itu langsung dicopot oleh pelaku wanita.

Juli mengaku sangat terpukul dengan kejadian yang menimpa kedua buah hatinya. Pada kasus-kasus sebelumnya, pelaku hanya mengincar barang berharga dan meninggalkan korban di lokasi. Namun kali ini, pelaku membawa kabur kedua anaknya hingga ke pelosok.

Kedua korban akhirnya diturunkan di tempat terpisah setelah kalung emas seberat 2,5 gram yang mereka kenakan dirampas pelaku. "Kalau cuma ambil anting di tempat semula tanpa membawa anaknya, kita masih ya sudahlah. Tapi kalau dibawa kabur begini, kita syok banget. Pikiran saya sudah macam-macam, takut penjualan anak atau organ," ujar Juli.

Ketakutan Juli semakin memuncak ketika mengetahui lokasi tempat anaknya ditinggalkan berada di area terpencil yang sepi dan jauh dari permukiman. Ia bahkan mengaku bingung saat menuju lokasi kejadian karena harus masuk ke pelosok-pelosok.

Anak pertama ditemukan sudah sampai di daerah pergudangan dan pabrik yang jalannya sangat sepi, terutama pada malam hari. Kejadian ini menambah daftar panjang kekhawatiran warga Kalideres terhadap maraknya aksi kejahatan yang menyasar anak-anak.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0