Kronologi Wanita Bersalin di Toilet Puskesmas Tambora, Bayi Ditemukan di Tong Sampah
Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat mengungkap kronologi wanita yang melahirkan sendiri di toilet Puskesmas Tambora dan membuang bayinya ke tong sampah. Wanita tersebut datang dengan keluhan demam dan mulas, namun akhirnya melahirkan di toilet. Pihak puskesmas melaporkan ke polisi dan membawa wanita itu ke RSUD Cengkareng. Dinkes memastikan tidak ada kesalahan prosedural, sementara Sudin PPAPP menawarkan pendampingan.
Jakarta - Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat buka suara terkait kasus seorang wanita yang melahirkan sendiri di toilet Puskesmas Tambora, Jakarta Barat, hingga bayinya ditemukan di tong sampah. Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Sahruna, menjelaskan kronologi kejadian yang sempat menggegerkan warga tersebut.
Sahruna mengungkapkan, wanita tersebut awalnya datang ke Puskesmas Tambora dengan keluhan badan panas dan perut mulas. Ia mengaku ingin berobat, namun tak lama kemudian petugas kebersihan puskesmas menemukan banyak bercak darah di toilet serta sesosok mayat bayi.
"Katanya, mengeluh badan panas dan perut mulas-mulas. Tak lama, petugas cleaning service puskesmas mendatangi toilet, dan melihat banyak bercak darah dan mayat bayi," ujar Sahruna di Jakarta, Jumat.
Belum hilang rasa kaget, petugas kemudian mendengar suara dari dalam toilet. Saat pintu digedor, keluarlah seorang perempuan dengan kondisi kaki berdarah. "Begitu pintu digedor-gedor, keluar seorang cewek dengan kaki berdarah," jelasnya.
Pihak Puskesmas Tambora segera melaporkan kejadian ini ke aparat kepolisian. Sementara itu, perempuan yang diduga menggugurkan kandungannya tersebut langsung dilarikan ke RSUD Cengkareng untuk mendapatkan perawatan medis.
Menanggapi kasus ini, Sahruna menegaskan bahwa tidak ada kesalahan prosedural dalam pelayanan kesehatan di Puskesmas Tambora. "Bukan karena tidak ada ruang bersalin. Tidak. Karena yang bersangkutan (cewek) itu datang ingin berobat karena mengeluhkan badan panas dan mulas-mulas," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Sudin PPAPP Jakarta Barat, Dian Anggraini Susanthy, menyatakan kesiapan pihaknya untuk memberikan pelayanan pendampingan, terutama bagi perempuan dan anak yang menghadapi kasus kekerasan atau permasalahan lainnya. "Kalau butuh pendampingan, yang bersangkutan bisa konseling ke kita. Kami melihat dari sudut pandang perlindungan hak anak dan perempuan," tuturnya.
Dian menambahkan, pihaknya memiliki layanan konseling keluarga untuk membantu mediasi dan perlindungan, khususnya bagi perempuan dan anak. Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0