Kolam Bekas Pabrik Indarung I Disulap Jadi Amfiteater, Kawasan Bersejarah Ini Segera Dibuka untuk Publik

Kementerian Kebudayaan akan merevitalisasi Cagar Budaya Nasional Pabrik Indarung I PT Semen Padang menjadi ruang publik dan pusat aktivitas budaya. Area kolam bekas pabrik direncanakan diubah menjadi amfiteater untuk pertunjukan seni. Kawasan ini nantinya akan dibuka luas bagi masyarakat, sekaligus menjadi langkah awal menuju pengakuan warisan dunia UNESCO.

Sep 30, 2026 - 20:03
Sep 30, 2026 - 20:03
 0
Kolam Bekas Pabrik Indarung I Disulap Jadi Amfiteater, Kawasan Bersejarah Ini Segera Dibuka untuk Publik
Kolam Bekas Pabrik Indarung I Disulap Jadi Amfiteater, Kawasan Bersejarah Ini Segera Dibuka untuk Publik

Cagar Budaya Nasional Pabrik Indarung I PT Semen Padang bersiap memasuki babak baru. Kementerian Kebudayaan berencana merevitalisasi kawasan bekas pabrik semen tertua di Indonesia itu menjadi ruang publik dan pusat aktivitas kebudayaan. Rencana tersebut mengemuka saat Direktur Warisan Budaya Kementerian Kebudayaan, Agus Widiatmoko, meninjau langsung kawasan Pabrik Indarung I di Padang pada Jumat, 4 September 2026.

Kedatangan Agus bersama rombongan disambut Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, dan Kepala Unit Komunikasi & Kesekretariatan PT Semen Padang, Idris. Kunjungan itu dilakukan untuk melihat kondisi kawasan cagar budaya nasional sekaligus membahas rencana revitalisasi bekas fasilitas industri semen yang memiliki nilai penting dalam sejarah industri semen nasional.

Menurut Agus, revitalisasi tidak hanya diarahkan untuk mempertahankan bangunan dan elemen bersejarah, tetapi juga menghadirkan fungsi baru yang bermanfaat bagi masyarakat. "Yang dulunya industri atau pabrik semen, kita dari Kementerian Kebudayaan dalam waktu dekat akan melakukan revitalisasi bekas pabrik semen ini. Salah satu dari tempat ini mau kita jadikan ruang publik," kata Agus.

Salah satu rencana yang disiapkan adalah mengubah area kolam di kawasan tersebut menjadi amfiteater. Ruang itu nantinya dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan seni dan kebudayaan, termasuk pertunjukan seni serta aktivitas kebudayaan masyarakat. "Yang ini kan ada kolam. Nah, kita sulap, kita ubah menjadi sebuah amfiteater. Karena juga sudah tidak berfungsi lagi, kita jadikan amfiteater. Nanti digunakan untuk pertunjukan seni dan kegiatan-kegiatan berkebudayaan masyarakat," ujarnya.

Konsep ruang publik yang disiapkan akan diarahkan sebagai ruang aktivasi budaya, pusat kreativitas dan kreasi, sekaligus wadah bagi masyarakat mengekspresikan kebudayaan. Bagian-bagian kawasan yang sudah tidak lagi digunakan untuk fungsi industri akan mendapatkan kehidupan baru tanpa menghilangkan karakter dan nilai sejarahnya. Setelah revitalisasi berjalan, kawasan tersebut direncanakan dibuka secara luas untuk masyarakat.

"Ini nanti akan dibuka secara luas untuk masyarakat. Kalau sudah kita buka secara luas sebagai ruang publik, sebagai tempat kreativitas berkebudayaan, tentu akses masyarakat luas dan kita memberi manfaat bekas pabrik ini," kata Agus. Ia menilai, pemanfaatan kembali kawasan bekas pabrik menjadi pusat aktivitas budaya merupakan cara memastikan cagar budaya tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat masa kini.

Rencana revitalisasi ini juga terkait dengan visi jangka panjang memperkuat posisi kawasan sebagai bagian dari warisan budaya, termasuk peluang menuju pengakuan internasional. Ketika ditanya soal dukungan revitalisasi terhadap rencana menjadikan kawasan tersebut sebagai bagian dari warisan budaya dunia UNESCO, Agus mengatakan proses menuju pengakuan itu membutuhkan perjalanan panjang. Ia mencontohkan Sawahlunto dengan Tambang Batu Bara Ombilin yang telah ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO.

"Seperti halnya Sawahlunto, Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto sudah menjadi warisan budaya dunia. Menjadi warisan ini juga butuh proses panjang, dan yang terpenting adalah kelanjutannya," katanya. Agus menekankan, tantangan tidak berhenti setelah sebuah kawasan memperoleh pengakuan. Pengelolaan kawasan, keberlanjutan program, serta manfaat bagi masyarakat harus dipersiapkan sejak awal. Karena itu, sebelum berbicara lebih jauh mengenai pengakuan internasional, pemerintah bersama pemangku kepentingan perlu memastikan kawasan Pabrik Indarung I memiliki aktivitas yang hidup dan berkelanjutan.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Menurutnya, kunjungan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat perhatian terhadap keberadaan Pabrik Indarung I sebagai aset warisan sejarah yang bernilai strategis, tidak hanya bagi PT Semen Padang, tetapi juga bagi Kota Padang, Sumatera Barat, dan perjalanan industri nasional. "Kami mengapresiasi kunjungan Direktur Warisan Budaya Kementerian Kebudayaan ke Cagar Budaya Nasional Pabrik Indarung I. Kunjungan ini semakin mengukuhkan keberadaan Pabrik Indarung I sebagai kawasan yang memiliki nilai sejarah dan warisan budaya yang penting," ujar Win.

PT Semen Padang pada prinsipnya menyambut baik rencana revitalisasi tersebut. Bagi perusahaan, upaya menghidupkan kembali kawasan bersejarah dengan tetap memperhatikan nilai pelestarian merupakan langkah positif agar warisan sejarah perusahaan terus dikenal dan bermanfaat bagi masyarakat. "Yang terpenting adalah bagaimana nilai sejarah kawasan ini tetap terjaga, sementara pada saat yang sama kawasan tersebut dapat memiliki fungsi baru yang memberikan manfaat bagi masyarakat," kata Win. Dengan konsep itu, Pabrik Indarung I berpeluang memasuki fase baru sebagai ruang publik yang hidup, tempat masyarakat berkegiatan, seniman berekspresi, komunitas berkreasi, dan generasi muda mengenal lebih dekat perjalanan sejarah industri semen di Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0