Buku 'Memburu Muhammad' Viral, Polda Metro Jaya Selidiki Dugaan Penistaan Agama

Polda Metro Jaya mendalami dugaan penistaan agama terkait viralnya buku 'Memburu Muhammad' karya Feby Indriani di media sosial. Pendalaman dilakukan Direktorat Siber dan Ditreskrimum menyusul pembatalan acara bedah buku di Bogor akibat penolakan ormas. Isu ini menyentuh sentimen SARA dan memicu desakan warganet agar peredaran buku tersebut dihentikan.

Oct 1, 2026 - 12:03
Oct 1, 2026 - 12:03
 0
Buku 'Memburu Muhammad' Viral, Polda Metro Jaya Selidiki Dugaan Penistaan Agama
Buku 'Memburu Muhammad' Viral, Polda Metro Jaya Selidiki Dugaan Penistaan Agama

Polda Metro Jaya tengah mendalami dugaan penistaan agama yang mencuat setelah buku berjudul "Memburu Muhammad" viral di media sosial. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyatakan pihaknya baru menerima informasi tersebut dan akan menindaklanjutinya secara serius.

"Ini baru kami dengar. Pastinya, kalau ada informasi seperti itu, kami mengucapkan terima kasih. Ini pasti akan didalami, baik dari Direktorat Siber apabila itu memang berada di dunia digital, dan pasti juga akan ditangani pihak Ditreskrimum," ujar Budi di Jakarta, Kamis.

Menurut Budi, langkah pendalaman ini merupakan bentuk antisipasi kepolisian untuk mencegah penyebaran informasi menyesatkan di tengah masyarakat. Ia menekankan bahwa isu yang berkembang di media sosial tersebut bersinggungan langsung dengan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) yang sangat sensitif.

"Kita melihat bagaimana adanya informasi-informasi yang menyesatkan masyarakat, apalagi terkait tentang suku, agama, dan ras. Ini menjadi perhatian kita bersama," kata Budi.

Polemik buku karya penulis Feby Indriani ini sebelumnya mencuat setelah acara bedah buku di Bogor, Jawa Barat, dibatalkan akibat penolakan dari sekelompok organisasi masyarakat (ormas). Penulis mengungkapkan melalui akun Threads miliknya bahwa ormas tersebut mempersoalkan judul buku dan subjudul acara yang dibuat panitia.

Feby juga menyebut pihak penolak sempat mengancam akan membawa massa berjumlah 200 orang. "Pihak perpustakaan sebagai penyedia venue tentu cemas fasilitas mereka dirusak. Pihak panitia mencemaskan keamanan dan lancarnya keberlangsungan acara keseluruhan," tulisnya.

Penolakan tidak hanya datang dari ormas, tetapi juga ramai disuarakan warganet. Sebuah unggahan dari akun Instagram @iyuztagram menyoroti tidak hanya buku "Memburu Muhammad", tetapi juga karya lain dari penulis yang sama berjudul "Bukan Perawan Maria".

Akun tersebut menyebut kedua buku itu sebagai bagian dari serial trilogi bertajuk "Islamisme Magis". Warganet mendesak agar peredaran buku tersebut tidak dibiarkan karena dinilai berpotensi menistakan agama Islam, sekaligus mencegah terbitnya buku ketiga dari seri tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0