Asap Lintas Batas Makin Parah, Malaysia Siap Terbangkan Pesawat ke Wilayah Udara Indonesia
Malaysia menyiapkan operasi modifikasi cuaca dengan menerbangkan pesawat melintasi wilayah udara Indonesia untuk mengatasi kabut asap kiriman kebakaran hutan di Sumatra dan Kalimantan. Indonesia telah memberi izin resmi, sementara 591 sekolah di Sarawak ditutup dan perayaan Hari Kebangsaan Malaysia terancam terganggu.
Malaysia mengambil langkah tegas menghadapi kabut asap yang kian pekat dengan menyiapkan operasi modifikasi cuaca atau cloud-seeding di sepanjang perbatasan dengan Indonesia. Operasi ini bertujuan memperbaiki kualitas udara yang terus memburuk akibat asap kiriman kebakaran hutan dan lahan di Sumatra dan Kalimantan.
Menteri Sumber Asli dan Kelestarian Alam Malaysia, Datuk Seri Arthur Joseph Kurup, menyatakan operasi tersebut akan melibatkan pesawat Malaysia yang melintasi wilayah udara Indonesia. Menurutnya, Indonesia telah memberikan izin resmi bagi pesawat Malaysia untuk melakukan penerbangan dan menjalankan cloud-seeding.
Arthur menjelaskan Badan Pengurusan Bencana Negara (NADMA) bersama Kementerian Meteorologi Malaysia (MetMalaysia) tengah menyusun jadwal operasional yang akan dikoordinasikan dengan Panglima Angkatan Tentara Nasional Indonesia. Langkah ini dinilai penting agar kualitas udara membaik menjelang Hari Kebangsaan Malaysia ke-69 pada 31 Agustus dan Hari Malaysia pada 16 September yang akan digelar di Kuching, Sarawak.
"Langkah-langkah ini sangat penting untuk memastikan kualitas udara membaik menjelang Hari Kebangsaan Malaysia ke-69 pada 31 Agustus dan Hari Malaysia pada 16 September, yang akan diselenggarakan di Kuching, Sarawak," ujar Arthur melalui pernyataan resmi.
Malaysia juga akan terus memantau aktivitas titik panas dan kualitas udara secara ketat melalui Kementerian Lingkungan Hidup serta MetMalaysia. Arthur menegaskan pihaknya akan menjaga koordinasi dan komunikasi dengan otoritas Indonesia terkait persoalan kabut asap dari kebakaran hutan di Sumatra dan Kalimantan.
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Indonesia telah menjadi masalah regional di Asia Tenggara. Singapura dan Malaysia termasuk negara yang paling sering terdampak setiap tahunnya. Dampaknya terasa nyata di Sarawak, di mana sebanyak 591 sekolah terpaksa ditutup pada Jumat (21/8) karena kualitas udara memburuk imbas kabut asap lintas batas.
Perayaan Hari Kemerdekaan Malaysia pada 31 Agustus mendatang pun terancam terganggu jika kondisi cuaca dan kualitas udara tidak kunjung membaik. Arthur menyebut persoalan penyelenggaraan perayaan akan dibawa ke rapat kabinet apabila kabut asap terus memburuk.
Menurut Arthur, langkah tersebut diperlukan agar keputusan yang diambil mempertimbangkan keselamatan dan kesehatan masyarakat, mengingat kedua perayaan melibatkan mobilitas orang dalam jumlah besar serta berbagai kegiatan di luar ruangan. Ia menilai masih terlalu dini menentukan kondisi cuaca pada Hari Kebangsaan 31 Agustus, karena prakiraan yang lebih akurat baru bisa diberikan empat atau lima hari sebelum tanggal tersebut.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0