Turki, Arab Saudi, dan Pakistan Mulai Realisasikan Pakta Pertahanan Bersama Mekkah di Istanbul

Turki, Arab Saudi, dan Pakistan menggelar pertemuan perdana Pakta Pertahanan Bersama Mekkah di Istanbul pada 31 Agustus. Pertemuan ini dihadiri menteri pertahanan, luar negeri, dan kepala staf militer ketiga negara untuk membahas isu keamanan internasional, peningkatan kemampuan pertahanan, interoperabilitas militer, serta kerja sama industri pertahanan. Pakta ini dinilai sebagai 'NATO versi Timur Tengah' karena menetapkan serangan terhadap satu anggota dianggap serangan terhadap semua.

Oct 4, 2026 - 12:01
Oct 4, 2026 - 12:01
 0
Turki, Arab Saudi, dan Pakistan Mulai Realisasikan Pakta Pertahanan Bersama Mekkah di Istanbul
Turki, Arab Saudi, dan Pakistan Mulai Realisasikan Pakta Pertahanan Bersama Mekkah di Istanbul

Turki, Arab Saudi, dan Pakistan untuk pertama kalinya menggelar pertemuan tingkat tinggi sebagai bagian dari Pakta Pertahanan Bersama Mekkah. Pertemuan tersebut berlangsung di Istanbul pada Senin (31/8), menandai langkah awal realisasi kerja sama pertahanan yang disebut-sebut sebagai 'NATO versi Timur Tengah dan Asia Barat'.

Menurut sumber Kementerian Luar Negeri Turki, pertemuan perdana ini dihadiri oleh para menteri pertahanan dan luar negeri serta kepala staf militer dari ketiga negara. Agenda utama yang dibahas adalah isu keamanan internasional, sebagaimana dikutip Reuters.

Sumber yang sama menyebutkan bahwa pertemuan ini juga mencakup diskusi mengenai peningkatan kemampuan pertahanan, interoperabilitas yang lebih besar di antara angkatan bersenjata, serta penguatan kerja sama di industri pertahanan, termasuk produksi dan pengembangan bersama.

Pakta Pertahanan Bersama Mekkah sendiri ditandatangani ketiga negara pada 7 Agustus lalu. Isi perjanjian ini menyerupai NATO, dengan ketentuan bahwa serangan terhadap salah satu anggota akan dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota.

Langkah ini diambil saat Arab Saudi menghadapi berbagai ancaman di sejumlah front, mulai dari kelompok milisi Yaman hingga milisi Irak. Kesepakatan tersebut pada dasarnya memberikan lapisan perlindungan baru bagi Saudi yang mulai meragukan keandalan Amerika Serikat dalam melindungi sekutu-sekutu di kawasan Teluk.

Sementara itu, Pakistan dan Turki masing-masing memiliki kepentingan strategis terkait Iran. Pakistan berbatasan dengan Iran dan mengelola populasi Syiah yang cukup besar, sedangkan Turki memiliki kekhawatiran yang sama dengan Iran terhadap gerakan separatisme Kurdi. Keduanya dinilai memiliki alasan kuat untuk mencegah konflik Timur Tengah memburuk.

Pertemuan di Istanbul ini menjadi penanda dimulainya babak baru kerja sama pertahanan trilateral yang berpotensi mengubah peta keamanan di Timur Tengah dan Asia Barat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0