Sanksi Terberat AS Dijatuhkan, Presiden Iran Serukan Negara Muslim Bersatu Perkuat Ekonomi
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mendesak negara-negara Muslim memperkuat kerja sama ekonomi di tengah sanksi baru AS yang disebut terberat dalam sejarah. Ia menyoroti perdagangan antarnegara OKI yang hanya 19 persen dan menegaskan tidak ada negara Muslim yang boleh dijadikan alat melawan negara Muslim lain.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyerukan negara-negara Muslim untuk meningkatkan kerja sama ekonomi di tengah tekanan sanksi baru Amerika Serikat. Seruan itu disampaikannya dalam pidato pada Konferensi Persatuan Islam Internasional ke-40, Kamis (27/8), saat Teheran masih berhadapan dengan Washington.
Dalam pidatonya, Pezeshkian menyoroti kecilnya kekuatan ekonomi negara-negara Muslim jika dibandingkan dengan jumlah penduduk dan posisi geostrategis mereka. Menurutnya, negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) baru mengekspor sekitar 19 persen ke sesama anggota, sedangkan sisanya mengalir ke luar blok tersebut. Kondisi ini dinilai membuat pertumbuhan ekonomi OKI tidak signifikan.
Karena itu, Pezeshkian menilai perdagangan antarnegara OKI perlu digenjot agar perekonomian negara anggota bisa lebih maju. Pernyataan itu muncul ketika Iran menghadapi sanksi ekonomi baru dari Amerika Serikat.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengumumkan pemberlakuan sanksi yang disebutnya terberat dalam sejarah terhadap Iran. Sanksi tersebut buntut dari negosiasi damai AS-Iran yang tak kunjung mencapai kesepakatan.
Sanksi tidak hanya menyasar Iran. Negara-negara mitra dagang Teheran juga menjadi sasaran, dan Trump mengancam akan memberikan konsekuensi keras bagi siapa pun yang nekat bekerja sama dengan Iran.
Dalam kesempatan yang sama, Pezeshkian mengingatkan bahwa negara Muslim tidak boleh digunakan untuk melawan negara Muslim lainnya. Ia menegaskan Iran saat ini sedang mempertahankan diri dari agresor yang lebih dulu mengobarkan perang.
"Tidak ada negara Muslim yang boleh mengupayakan keamanannya dengan mengorbankan keamanan negara tetangganya," kata Pezeshkian.
"Wilayah negara Muslim mana pun tidak boleh digunakan untuk melawan negara Muslim lainnya," tegasnya.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0