Reformasi Pasar Modal: Prabowo Tegaskan Demutualisasi BEI demi Standar Dunia
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah melanjutkan reformasi pasar modal melalui demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mencapai standar dunia. Dalam Rapat Paripurna DPR RI, ia menyebut langkah ini akan membuat bursa saham Indonesia lebih kredibel dan menjadi salah satu yang terbesar di dunia, serta memberi peluang bagi startup dan pengusaha untuk naik kelas.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah akan terus melanjutkan reformasi pasar modal Indonesia melalui demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Pernyataan ini disampaikan dalam Rapat Paripurna DPR RI dan Penyampaian RAPBN 2027 di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, pada Jumat (14/8).
Demutualisasi merupakan proses perubahan struktur hukum dan organisasi bursa efek menjadi berorientasi profit. Prabowo menilai langkah ini penting untuk membangun bursa saham yang lebih kredibel dan mampu bersaing di tingkat global.
Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti reformasi besar yang telah dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai bagian dari upaya memperkuat pasar modal. "Dalam upaya membangun bursa yang kredibel, Otoritas Jasa Keuangan juga telah melakukan reformasi terbesar dalam sejarah bursa saham kita. Mereka yang melanggar aturan bursa diberi sanksi," ujarnya.
Lebih lanjut, Prabowo menegaskan bahwa demutualisasi BEI akan membawa pasar modal Indonesia ke standar dunia. "Demutualisasi akan membawa pasar modal Indonesia ke standar dunia dan menjadikan pasar modal Indonesia menjadi salah satu yang terbesar di dunia," tambahnya.
Presiden juga menekankan pentingnya pasar modal yang mengutamakan keadilan, terutama dalam memberikan kesempatan bagi perusahaan rintisan (startup) dan pengusaha untuk naik kelas. "Soal kesempatan perusahaan rintisan, startup, pengusaha-pengusaha kita bisa naik kelas, menambah ekuitas, menambah modal agar bisa memperbesar skala dan dampak usahanya," tegas Prabowo.
Langkah demutualisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor dan memperkuat fundamental pasar modal nasional. Dengan demikian, Indonesia dapat memiliki bursa efek yang lebih modern, transparan, dan berdaya saing tinggi di kancah internasional.
Reformasi ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penguatan sektor keuangan. Dengan pasar modal yang lebih kredibel, diharapkan semakin banyak perusahaan yang memanfaatkan bursa untuk menggalang dana dan mengembangkan usahanya.
Pernyataan Prabowo ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah serius dalam memodernisasi infrastruktur pasar modal. Ke depan, implementasi demutualisasi BEI akan menjadi salah satu agenda penting dalam mewujudkan visi Indonesia sebagai kekuatan ekonomi dunia.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)