Krisis Chip AI Makin Parah, Apple Mulai Uji Coba Memori Buatan China

Apple dikabarkan tengah menguji chip memori buatan CXMT, produsen chip terbesar China, untuk iPhone dan MacBook. Langkah ini diambil untuk mengatasi kelangkaan komponen akibat lonjakan permintaan chip AI. Samsung memperkirakan krisis chip global berlanjut hingga 2028.

Aug 21, 2026 - 13:02
Updated: 2 months ago
0 0
Krisis Chip AI Makin Parah, Apple Mulai Uji Coba Memori Buatan China
Krisis Chip AI Makin Parah, Apple Mulai Uji Coba Memori Buatan China

Apple dilaporkan sedang menjajaki penggunaan chip memori produksi perusahaan China, CXMT, untuk sejumlah perangkatnya, termasuk iPhone dan MacBook. Langkah ini diambil di tengah krisis pasokan komponen yang dipicu oleh melonjaknya permintaan chip untuk kecerdasan buatan (AI).

Menurut laporan Wall Street Journal yang dikutip Reuters, Apple telah melakukan pembicaraan awal dengan CXMT mengenai kemungkinan pasokan komponen. Rencananya, chip tersebut akan digunakan pada sebagian perangkat yang dijual di pasar China.

CXMT sendiri merupakan produsen chip terbesar di China berdasarkan nilai pasar. Reuters belum dapat memverifikasi laporan tersebut secara independen, dan baik Apple maupun CXMT belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.

Sebelumnya, CXMT dikabarkan tengah mempertimbangkan pembangunan pabrik chip memori kedua di Beijing untuk meningkatkan kapasitas produksi. Selain Apple, produsen laptop HP dan Acer juga disebut telah mulai menggunakan chip memori CXMT pada perangkat yang dijual di luar Amerika Serikat.

Langkah serupa diambil untuk mengatasi keterbatasan pasokan komponen yang terjadi akibat meningkatnya kebutuhan chip untuk menopang perkembangan AI. Dampak dari kelangkaan ini sudah mulai terasa, seperti kenaikan harga sejumlah gawai, mulai dari laptop hingga ponsel.

Sementara itu, Samsung Electronics memperkirakan kelangkaan chip semikonduktor global akan semakin parah dan berlanjut hingga 2028, seiring tingginya permintaan dari pusat data AI. Produsen chip memori terbesar dunia itu telah menandatangani perjanjian pasokan jangka panjang dengan sejumlah operator pusat data besar.

Samsung mengungkapkan telah meneken kontrak dengan lima perusahaan pusat data terbesar di dunia dan mendekati kesepakatan dengan lima perusahaan besar lainnya, meski identitas mitra tersebut tidak diungkap. "Hampir semua pelanggan meminta kontrak pasokan selama beberapa tahun," ujar Wakil Presiden Eksekutif Bisnis Memori Samsung, Jaejune Kim, dalam panggilan laporan keuangan, Kamis (30/7).

Samsung memperkirakan kontrak jangka panjang tersebut akan mencakup sekitar dua pertiga dari total produksi memorinya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User