Prancis Jawab Tudingan Trump soal Demo Siswa: Kami Menulis Kisah Kami Sendiri

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot menanggapi tudingan Presiden AS Donald Trump yang mengaitkan demonstrasi siswa di Prancis dengan migrasi massal dan Islam. Barrot menegaskan Prancis menulis kisahnya sendiri. Trump melontarkan klaim itu di Truth Social tanpa bukti, sementara demo di Prancis sebenarnya menuntut perbaikan sistem pendidikan.

Oct 08, 2026 - 04:02
Updated: 1 day ago
0 0
Prancis Jawab Tudingan Trump soal Demo Siswa: Kami Menulis Kisah Kami Sendiri
Prancis Jawab Tudingan Trump soal Demo Siswa: Kami Menulis Kisah Kami Sendiri

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot memberikan tanggapan tegas atas pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengaitkan demonstrasi siswa di Prancis dengan isu migrasi dan Islam. Menurut Barrot, Prancis memiliki kendali penuh atas narasi bangsanya sendiri dan tidak perlu ditentukan oleh pihak lain.

"Jika kita tidak menulis kisah kita sendiri, orang lain akan menulisnya untuk kita," ujar Barrot, sebagaimana dilaporkan stasiun televisi BFMTV. Pernyataan itu menjadi respons langsung terhadap komentar Trump yang dinilainya tidak berdasar.

Sebelumnya, Trump melalui platform Truth Social miliknya menulis bahwa apa yang terjadi di Prancis merupakan akibat dari "migrasi massal yang di luar kendali". Ia bahkan mengeklaim bahwa aksi tersebut bukan tentang sekolah, melainkan tentang "Islam yang ingin mengambil alih negara yang dulunya hebat". Trump tidak memberikan penjelasan lebih lanjut maupun bukti yang mendukung klaimnya tersebut.

Di Prancis sendiri, hingga kini tidak ditemukan kaitan antara gerakan protes mahasiswa dan tuntutan yang berkaitan dengan agama maupun identitas. Demonstrasi yang berlangsung justru berfokus pada persoalan pendidikan, bukan isu yang disebutkan Trump.

Sejumlah tokoh terkemuka dalam gerakan Make America Great Again (MAGA) yang dipimpin Trump diketahui memanfaatkan protes di Prancis untuk kembali menyoroti isu imigrasi menjelang pemilihan paruh waktu AS bulan depan. Trump tampak berupaya mendorong narasi politik sayap kanan globalnya menjelang pemilihan pada November mendatang yang akan menentukan posisi partainya di Kongres.

Sementara itu, ratusan ribu massa telah turun ke jalan di seluruh Prancis sejak akhir bulan lalu untuk memprotes sistem pendidikan. Massa yang mayoritas berstatus siswa mengeluhkan minimnya jumlah guru di sekolah, buruknya infrastruktur dan fasilitas sekolah, serta ketimpangan akses pendidikan.

Demonstrasi ini tidak hanya diikuti oleh siswa, tetapi juga guru, orang tua, mahasiswa, dan aktivis. Mereka bergabung setelah aparat kepolisian bersikap represif terhadap para murid, yang mengakibatkan sejumlah anak terluka parah akibat proyektil.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User