Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi Nikel Rp180 T, Ekspor Perdana Baterai EV Dimulai

Presiden Prabowo Subianto meresmikan groundbreaking dan komersialisasi 11 ekosistem hilirisasi nikel serta ekspor perdana baterai kendaraan listrik di Kawasan Industri Weda Bay, Maluku Utara. Proyek bernilai Rp180 triliun ini mencakup empat proyek industri yang memasuki tahap komersial dan disebut sebagai langkah besar bagi bangsa Indonesia.

Oct 08, 2026 - 08:02
Updated: 22 hours ago
0 0
Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi Nikel Rp180 T, Ekspor Perdana Baterai EV Dimulai
Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi Nikel Rp180 T, Ekspor Perdana Baterai EV Dimulai

Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan ekspor perdana baterai kendaraan listrik (EV) sekaligus meresmikan groundbreaking dan komersialisasi 11 ekosistem hilirisasi nikel di Kawasan Industri Weda Bay, Maluku Utara, pada Kamis (8/10). Peresmian ini menandai dimulainya babak baru industri hilirisasi nasional dengan nilai investasi mencapai Rp180 triliun.

Dalam sambutannya, Prabowo menyatakan bahwa langkah tersebut merupakan terobosan besar bagi Indonesia. Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendorong pengolahan sumber daya alam di dalam negeri agar memberikan nilai tambah yang maksimal bagi perekonomian bangsa.

"Dengan mengucapkan Bismillahirahmannirahim pada hari ini saya Presiden RI Prabowo Subianto meluncurkan ekspor perdana baterai kendaraan listrik dan empat proyek industri yang memasuki tahap komersial," ujar Prabowo dalam acara tersebut.

Peresmian ini mencakup 11 ekosistem hilirisasi nikel yang terintegrasi, mulai dari penambangan, pengolahan, hingga produksi baterai EV. Empat proyek di antaranya resmi memasuki tahap komersial, sementara sisanya memulai fase groundbreaking atau peletakan batu pertama.

Kawasan Industri Weda Bay dipilih sebagai lokasi strategis karena memiliki cadangan nikel yang melimpah dan infrastruktur yang terus berkembang. Kehadiran proyek ini diharapkan mampu menyerap tenaga kerja lokal serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Maluku Utara dan sekitarnya.

Prabowo menekankan bahwa hilirisasi bukan sekadar kebijakan ekonomi, melainkan bagian dari upaya mewujudkan kedaulatan industri nasional. Dengan mengolah nikel di dalam negeri, Indonesia tidak lagi hanya mengekspor bahan mentah, tetapi juga produk bernilai tinggi seperti baterai EV.

Ekspor perdana baterai EV ini menjadi simbol kemampuan Indonesia bersaing di pasar global, khususnya dalam rantai pasok kendaraan listrik. Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pemain utama dalam industri energi bersih dunia.

Acara peresmian tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat pemerintah dan pelaku industri. Mereka menyambut positif komitmen Presiden Prabowo dalam mempercepat realisasi investasi di sektor hilirisasi yang selama ini menjadi prioritas pembangunan.

Dengan beroperasinya proyek-proyek ini, pemerintah optimistis target pertumbuhan ekonomi nasional dapat tercapai. Hilirisasi nikel dan produksi baterai EV diharapkan menjadi motor penggerak baru yang mampu meningkatkan pendapatan negara serta memperkuat posisi Indonesia di kancah industri global.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User