Prabowo Putuskan 13 GW PLTD Dipensiunkan, Ganti PLTS 30 GW Tahun Ini
Presiden Prabowo Subianto mengumumkan penghentian pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) berkapasitas 13 GW dan menggantinya dengan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 30 GW pada tahun ini. Langkah ini bertujuan memberikan akses listrik ke daerah terpencil dengan biaya lebih hemat dan mendukung kemandirian energi. Pemerintah juga menargetkan setiap desa memiliki PLTS 1 MW dan menghemat biaya hingga Rp73,9 triliun per tahun.
Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana pemerintah untuk menghentikan operasional pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) berkapasitas 13 gigawatt (GW) dan menggantinya dengan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Keputusan ini disampaikan dalam Pidato Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan di Rapat Paripurna, Jumat (14/8).
Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa tahun ini pemerintah akan membangun PLTS berkapasitas 30 GW sekaligus menghentikan PLTD 13 GW. Langkah ini merupakan bagian dari percepatan transisi energi yang lebih ramah lingkungan dan efisien.
Menurut Prabowo, penggantian PLTD dengan PLTS bertujuan memberikan akses listrik ke daerah terpencil dengan biaya yang lebih hemat. Ia menjelaskan bahwa penggunaan diesel selama ini memerlukan biaya pengiriman bahan bakar minyak (BBM) yang mahal karena infrastruktur yang terbatas.
"Kita mendapat anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa, sinar matahari hampir sepanjang tahun. Tidak masuk akal jika pulau-pulau kita terus menunggu kapal pembawa BBM solar untuk memperoleh listrik. Ongkos ekonominya terlalu tidak efisien," ujarnya.
Kepala Negara juga menekankan pentingnya kemandirian energi nasional. Pemerintah akan meminta desa-desa menyediakan lahan untuk pembangunan PLTS di wilayah masing-masing. Prabowo menargetkan setiap desa memiliki PLTS berkapasitas 1 MW.
"Dengan PLTS kita juga bisa bangun kemandirian energi kita. Idealnya, setiap desa ada PLTS 1 Mega Watt. Kalau desa itu mau siapkan lahan kita bisa yakinkan mereka bisa dapat PLTS 1 MW 1 desa," terangnya.
Berdasarkan perhitungan pemerintah, pembangunan PLTS secara masif akan memberikan penghematan biaya yang signifikan. Menko Perekonomian telah menghitung bahwa dengan PLTS 100 GW, negara dapat menghemat setidaknya Rp73,9 triliun setiap tahun dari penurunan biaya pokok produksi listrik.
Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan akses listrik nasional, tetapi juga mendorong pemanfaatan energi terbarukan yang melimpah di Indonesia, sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)