PLN Gandeng The Climate Group, Permintaan Energi Hijau Industri Melonjak Tajam
PT PLN menandatangani MoU dengan The Climate Group (RE100) di Indonesia International Sustainability Forum 2026 untuk mengembangkan produk energi hijau. Kolaborasi ini menyasar lonjakan permintaan energi terbarukan dari sektor industri, dengan pelanggan REC PLN melonjak dari 7.354 pada 2024 menjadi 18.715 pada 2025.
PT PLN (Persero) resmi menjalin kerja sama strategis dengan The Climate Group (RE100) melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU). Penandatanganan ini berlangsung dalam agenda Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2026 di Jakarta, Selasa (6/10), sebagai upaya memperkuat pengembangan produk energi hijau di Tanah Air.
Langkah kolaboratif ini dinilai penting untuk mendukung investasi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan dunia usaha terhadap energi berkelanjutan yang andal dan transparan. Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, menegaskan bahwa posisi strategis Indonesia dan besarnya potensi sumber daya domestik menjadi modal utama menarik investasi hijau.
"Kami adalah bangsa yang cinta damai, yang menarik investor dan sahabat dari berbagai penjuru dunia. Indonesia diberkahi geothermal. Indonesia diberkahi sinar matahari, sumber daya air, tenaga hidro. Kita memiliki banyak sumber energi yang merupakan bagian dari sektor berkelanjutan," ujar Hashim.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan bahwa potensi energi terbarukan Indonesia menjadi modal penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan menarik investasi. Menurutnya, kolaborasi dengan The Climate Group merupakan langkah strategis dalam mendorong pengembangan produk energi ramah lingkungan sekaligus mengakomodir kebutuhan energi terbarukan perusahaan global.
"PLN tidak hanya menyediakan listrik, tetapi juga membangun ekosistem energi yang mampu menjawab kebutuhan investasi dan pertumbuhan industri. MoU dengan The Climate Group menjadi bagian dari upaya strategis untuk mempertemukan kebutuhan perusahaan global terhadap energi terbarukan dengan pengembangan solusi energi hijau di Indonesia," ucap Darmawan.
Darmawan menambahkan, kolaborasi ini didasari oleh kebutuhan energi hijau di Indonesia yang terus meningkat. Pada 2025, jumlah pelanggan REC PLN mencapai 18.715 pelanggan dengan volume energi 6,43 TWh, melonjak dari 7.354 pelanggan dengan volume 5,38 TWh pada 2024. Permintaan tersebut antara lain berasal dari sektor pertambangan, manufaktur, kimia, pulp dan kertas, makanan, serta data center.
"Selain membutuhkan listrik yang andal, dunia usaha kini membutuhkan listrik yang semakin hijau, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan secara global. Kami ingin memastikan bahwa setiap kebutuhan energi hijau dari industri dapat kita jawab dengan solusi yang kredibel," ujar Darmawan.
Direktur Retail dan Niaga PLN, M. Fahrur Rozy, menambahkan bahwa The Climate Group merupakan organisasi internasional yang menaungi lebih dari 400 perusahaan global melalui inisiatif RE100. Kolaborasi ini akan memperkuat ekosistem energi hijau nasional sekaligus mendukung kebutuhan pelanggan yang terus berkembang.
"Melalui kemitraan kami dengan The Climate Group, kami bertujuan untuk memperkuat hubungan antara permintaan energi hijau yang terus tumbuh dan pengembangan solusi energi terbarukan di Indonesia, serta membuka peluang investasi baru," ujar Rozy. Ia menjelaskan, MoU ini mencakup identifikasi kebutuhan energi terbarukan dari anggota RE100 yang telah beroperasi maupun berencana berinvestasi di Indonesia, serta pengembangan produk energi hijau melalui studi, asistensi teknis, dan peningkatan kompetensi SDM.
Sementara itu, CEO The Climate Group, Helen Clarkson, menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan utama di bidang energi terbarukan. Namun, optimalisasi potensi tersebut membutuhkan investasi bisnis untuk mengembangkan proyek energi bersih sekaligus memastikan ketersediaan listrik terbarukan yang andal dan terjangkau.
"Indonesia memiliki semua potensi untuk menjadi kekuatan besar di bidang energi terbarukan, namun untuk mengoptimalkan potensi tersebut diperlukan investasi bisnis yang besar pada proyek-proyek energi bersih baru. Kami sangat antusias bekerja sama dengan para anggota kami dan PLN untuk membantu mewujudkan ketahanan energi, daya saing, serta pertumbuhan ekonomi yang dapat dihadirkan oleh energi terbarukan bagi Indonesia," pungkas Helen.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)