Zelensky Sebut Serangan Rusia Tewaskan 14 Orang sebagai Kado Ulang Tahun Putin
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengecam serangan Rusia yang menewaskan 14 orang di sejumlah wilayah Ukraina. Zelensky menyebut operasi tersebut sebagai hadiah ulang tahun untuk Presiden Rusia Vladimir Putin yang genap berusia 74 tahun. Serangan juga melukai 15 orang termasuk anak-anak dan menyasar infrastruktur energi Ukraina.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengecam keras serangan militer Rusia yang menewaskan 14 orang di berbagai wilayah Ukraina. Dalam pernyataannya di media sosial X, Zelensky menyebut serangan tersebut sebagai hadiah ulang tahun untuk Presiden Rusia Vladimir Putin yang merayakan ulang tahun ke-74 pada Rabu (7/10). Putin diketahui lahir di Leningrad, yang kini bernama Saint Petersburg, pada 1952.
Zelensky secara khusus menyoroti serangan yang menghancurkan bangunan tempat tinggal di Ptyluky, wilayah Chernihiv. Ia menyatakan bahwa tim penyelamat masih bekerja tanpa henti di lokasi untuk mencari korban yang mungkin masih tertimbun reruntuhan. Layanan Darurat Ukraina melaporkan sebanyak 15 orang mengalami luka-luka akibat serangan tersebut, termasuk di antaranya anak-anak.
Selain di Chernihiv, serangan Rusia juga menghantam lima apartemen di Dnipro dan sebuah bangunan di Kremenchuk. Akibat gempuran di kedua lokasi itu, dua orang dilaporkan tewas dan delapan lainnya mengalami luka-luka. Sementara itu, satu gedung di Zaporizhzhia juga terdampak serangan drone Rusia.
Di Kyiv, serangan pasukan Rusia menewaskan dua orang. Dua korban tewas lainnya dilaporkan akibat serangan di Oleksandriya. Zelensky menyampaikan duka cita mendalam kepada seluruh keluarga dan orang-orang terdekat para korban yang meninggal dunia.
Dalam kesempatan yang sama, Zelensky juga menuding Rusia menargetkan infrastruktur energi Ukraina. Serangan-serangan ini menjadi bagian dari eskalasi konflik yang terus berlangsung sejak Rusia menginvasi Ukraina pada Februari 2022. Berbagai seruan gencatan senjata permanen dan upaya negosiasi damai telah ditempuh, namun kedua negara masih belum mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)