Perlawanan ke Infantino Menguat, 5 Nama Ini Siap Berebut Kursi Presiden FIFA

Menjelang Kongres FIFA Maret 2027, perlawanan terhadap Gianni Infantino semakin kuat. Lima kandidat potensial muncul sebagai pengganti, termasuk Sheikh Salman, Montagliani, Ceferin, Al Khelaifi, dan Klaveness. Skenario dua calon disiapkan untuk mempersempit peluang Infantino mempertahankan kursi presiden.

Aug 17, 2026 - 02:37
Aug 17, 2026 - 02:37
 0
Perlawanan ke Infantino Menguat, 5 Nama Ini Siap Berebut Kursi Presiden FIFA
Perlawanan ke Infantino Menguat, 5 Nama Ini Siap Berebut Kursi Presiden FIFA

Menjelang Kongres FIFA yang dijadwalkan berlangsung pada Maret 2027, posisi Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA mulai terancam. Perlawanan terhadap pria asal Swiss itu semakin menguat, dan sejumlah nama pun muncul sebagai kandidat kuat penggantinya. Dua skenario utama tengah disiapkan untuk menjegal Infantino: memaksanya mundur sebelum masa jabatan berakhir, atau menggerus dukungan saat pemilihan berlangsung.

Jika pemilihan berlangsung dengan dua kandidat, Infantino membutuhkan minimal 106 suara untuk kembali memimpin FIFA. Namun, jika ada tiga calon atau lebih, peluangnya untuk menang justru semakin besar. Oleh karena itu, skenario yang tengah dijajaki adalah memunculkan hanya dua calon agar suara oposisi tidak terpecah.

Sejumlah media Eropa melaporkan bahwa lima nama berikut ini sedang dijajaki sebagai calon pengganti Infantino. Nama-nama ini dimunculkan untuk memetakan peta kekuatan suara sebelum proses pendaftaran resmi dibuka.

Pertama, Sheikh Salman bin Ibrahim Al Khalifa, Presiden Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Ia dikenal sebagai salah satu penentang keras Infantino. AFC secara terbuka melawan kebijakan Infantino, meski belum ada konsolidasi penuh dengan anggota. Selain memimpin AFC, Sheikh Salman juga menjabat sebagai Wakil Presiden Senior Dewan FIFA, sehingga dianggap memiliki kapasitas untuk memimpin organisasi sepak bola dunia.

Kedua, Victor Montagliani, Presiden Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (CONCACAF). Ia juga merupakan penentang serius Infantino. Dari 37 anggota CONCACAF, hanya Meksiko yang tidak berada di pihak Montagliani. Media Inggris melaporkan bahwa Montagliani sedang melakukan penjajakan untuk maju sebagai presiden FIFA, dan kapasitasnya dinilai mumpuni.

Ketiga, Aleksander Ceferin, Presiden UEFA. Di bawah arahannya, UEFA menjadi konfederasi yang kritis terhadap inovasi-inovasi Infantino yang dianggap tidak lazim. Pria berusia 58 tahun ini sebenarnya sempat menyatakan tidak akan maju lagi sebagai Presiden UEFA, tetapi ada desakan agar ia bersedia memimpin FIFA demi memulihkan kesehatan organisasi.

Keempat, Nasser Al Khelaifi, yang saat ini tidak memimpin konfederasi sepak bola maupun aktif di tubuh FIFA. Namun, ia dikenal sebagai tokoh di balik kesuksesan Paris Saint-Germain (PSG). Al Khelaifi dianggap memiliki sumber daya finansial yang kuat untuk bertarung melawan Infantino. Selain itu, ia dinilai tidak memiliki ambisi pribadi yang besar, sehingga dianggap punya kekuatan yang natural.

Kelima, Lise Klaveness, Presiden Federasi Sepak Bola Norwegia. Ia adalah mantan pemain dan kini berprofesi sebagai pengacara, dengan wawasan sepak bola yang kuat. Di bawah kepemimpinannya, sepak bola Norwegia mengalami peningkatan. Klaveness juga dikenal sebagai tokoh yang menentang Infantino sejak lama, tepatnya mulai 2023.

Dengan munculnya nama-nama tersebut, peta persaingan menuju Kongres FIFA 2027 semakin menarik untuk disimak. Apakah Infantino mampu bertahan, atau salah satu dari lima kandidat ini yang akan menggantikannya? Semua akan terjawab dalam waktu dekat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0